Masa depan transaksi keuangan diprediksi tidak lagi menggunakan mata uang konvensional.

Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, menyebutkan dua hal utama yang akan menggantikan peran uang: massa dan energi.

in1

>>> Beredar Lowongan Peserta Aksi Bayaran Rp40 Ribu, Diminta Berpenampilan Mahasiswa

Prediksi ini terkait dengan rencana jangka panjang membangun kemampuan manufaktur di luar angkasa. Langkah tersebut diambil untuk mendukung pengembangan komputasi kecerdasan buatan (AI) di luar atmosfer Bumi.

Melalui platform X, Musk menjelaskan pemanfaatan energi Matahari untuk menyokong kebutuhan AI.

Penjelasan ini berawal dari pertanyaan pengguna akun James Stephenson mengenai kecukupan orbit Bumi dalam menangkap energi surya.

Musk mengapresiasi gagasan pembangunan infrastruktur produksi di Bulan.

>>> Prabowo Setujui Anggaran Jangka Panjang untuk Cetak Atlet Kelas Dunia

"Ini akan membutuhkan pembuatan panel surya & radiator di Bulan dan meluncurkannya ke luar angkasa dengan penggerak massa," katanya.

Namun, sistem keuangan tradisional dinilai akan kehilangan relevansi sebelum target pembangunan fasilitas di Bulan terealisasi. "Massa & energi akan menggantikan uang," ujar Musk.

Meski kerap menyatakan uang tidak relevan di masa depan, kondisi finansial Musk justru menunjukkan arah sebaliknya. Keberhasilan IPO SpaceX dan pergerakan positif sahamnya memperkuat penilaian tersebut.

Akumulasi kekayaan Musk saat ini mencapai USD 1,3 triliun. Nominal itu menjadikannya manusia pertama di dunia yang meraih status triliuner.

>>> Dino Patti: RI Dorong Kepatuhan MoU AS-Iran demi Perdamaian

Jumlah kekayaan ini melampaui gabungan total kekayaan sejumlah miliarder global, termasuk pendiri Amazon, Jeff Bezos. Pasca IPO, kapitalisasi pasar SpaceX tumbuh pesat melampaui valuasi Microsoft dan Amazon.