Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim nasional memicu simulasi analitis dari enam platform kecerdasan buatan (AI) generatif terpopuler.

Platform yang diuji meliputi ChatGPT, Claude, Copilot, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Mayoritas dari mereka menempatkan Prancis sebagai kandidat juara paling rasional.

in1

>>> Ahli Psikologi Dorong Perubahan Perspektif Negatif Menghadapi Fase Penuaan

Skuad asuhan Didier Deschamps ini diunggulkan oleh Claude, Gemini, ChatGPT, dan Grok. Keunggulan itu didasari kedalaman skuad serta faktor kematangan Kylian Mbappe yang kini berusia 27 tahun.

Spanyol dan Argentina Jadi Penantang

Selain Prancis, Spanyol muncul sebagai penantang serius dari Eropa.

Copilot secara spesifik menjagokan tim berjuluk La Roja tersebut berkat generasi emas baru seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri yang tampil konsisten sejak Euro 2024.

Meskipun demikian, Copilot memberikan catatan realistis dengan peluang statistik Spanyol hanya sebesar 16,1 persen. Angka rendah ini mencerminkan ketatnya persaingan akibat penambahan jumlah peserta menjadi 12 grup.

Di sisi lain, DeepSeek menjadi satu-satunya platform yang berani memilih Argentina sebagai juara bertahan.

>>> Lavrov: Eropa Ingin Berunding tapi Terus Lancarkan Perang Hukum

Model asal Tiongkok ini menitikberatkan analisisnya pada aspek momentum psikologis dan kedekatan kultural suporter di Amerika Utara.

Analisis dari berbagai AI ini dinilai masih memiliki bias eurosentrisme yang kuat.

Hal itu akibat dominasi data liga-liga Eropa dalam pelatihan model mereka, sehingga potensi tim dari Afrika, Asia Timur, dan Amerika Utara cenderung dikesampingkan.

Prancis tetap menempati posisi teratas dalam sintesis analitik kuantitatif karena kestabilan performa.

>>> DJP Targetkan Pemungutan PPh Marketplace Mulai Juli 2026

Sementara itu, tim nasional Amerika Serikat diprediksi menjadi kuda hitam potensial yang paling sering diabaikan oleh mesin-mesin prediktif tersebut.