Merek makanan kucing MR. VET berhasil meraih penghargaan kategori Bioteknologi dalam ajang Orange Dot Award 2026.

Penghargaan ini diumumkan dalam pameran Global Pet Expo di Orlando, Amerika Serikat.

in1

>>> Kisah Mochamad Asri Pimpin Tim Pengembang Chip AI Nvidia dan Misi Mulianya

Penghargaan diberikan atas penerapan Specialized Freeze-Drying Technology pada lini T-Series. Teknologi pengeringan suhu rendah ini mampu mengunci senyawa bioaktif alami dalam bahan makanan hewani.

Berbeda dengan proses konvensional yang menggunakan pemanasan tinggi, MR. VET memadukan pengeringan beku dengan konsep Bioactive Retention.

Pendekatan ini menjaga stabilitas protein, asam lemak, vitamin, dan mikronutrien penting lainnya.

Hasilnya, zat gizi dapat diserap maksimal oleh tubuh kucing untuk mendukung perawatan kesehatan yang presisi. Lini T-Series dirancang khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan medis spesifik hewan peliharaan.

Empat Varian Fungsional T-Series

Varian T1 difokuskan untuk memelihara kesehatan sistem pencernaan kucing. Varian T2 dihadirkan untuk mengoptimalkan perawatan kulit dan bulu.

Varian T3 disiapkan untuk menjaga saluran kemih, sedangkan varian T4 didesain bagi pemenuhan gizi kucing yang aktif di dalam ruangan.

>>> Pemerintah Harap Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah

Keempat varian ini mencakup kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Di pasar domestik, produk MR. VET menempati posisi teratas penjualan di TikTok dan Shopee.

Perusahaan juga telah memperluas pasar ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina setelah mencatat volume penjualan tertinggi di Asia Tenggara pada 2025.

Co-founder MR. VET, Steve Bui, menyatakan bahwa penghargaan ini membuktikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pembaruan ilmiah bagi kesehatan satwa.

Menurutnya, pengembangan produk tidak hanya fokus pada nutrisi dasar, tetapi juga solusi presisi agar pemilik kucing dapat memberikan perawatan kesehatan secara lebih praktis.

>>> HUT Jakarta ke-499, Hotel Borobudur Jakarta Gelar Discover Betawi Art & Culture

Pergeseran tren masyarakat kini beralih dari sekadar memberi makan menjadi penyediaan asupan komparatif. Riset nutrisi berkelanjutan diperkirakan akan memicu adopsi massal metode serupa oleh industri global.