>>> DJP Targetkan Pemungutan PPh Marketplace Mulai Juli 2026

"Sementara, menua itu pada dasarnya berubah, bertambah usia, pengalaman, dan ada banyak kualitas psikologis yang hanya bisa ditambahkan ketika kita menua," katanya.

in1

Kematangan emosional, kebijaksanaan mengambil keputusan, serta kemampuan memahami situasi merupakan kualitas yang berkembang seiring waktu.

Masa tua bukan akhir dari peluang, melainkan periode menemukan makna baru dan memperkuat hubungan diri.

"Menurutku, menua itu seharusnya dipersepsi sebagai masa peralihan yang membuktikan bahwa kita terus menjalani hidup dengan lebih positif, bijaksana, dan tetap beradaptasi," lanjut Hoshael.

Nani Zulminarni menyepakati hal tersebut dan menyatakan bahwa menua merupakan tahapan kehidupan yang layak dirayakan, bukan dihindari atau ditakuti.

"Sependapat, menua itu satu tahapan kehidupan yang harus diselebrasi.

Hanya saja memang salah satu tantangan terberatnya adalah mengubah mindset-nya," ujar Nani yang menjadi Ashoka Southeast Asia Regional Director ini.

Perubahan pola pikir menjadi kunci utama agar masyarakat dapat memandang penuaan dari sisi yang lebih positif.

Fokus berlebih pada penurunan fisik sering kali membuat orang lupa bahwa bertambahnya usia menandakan perjalanan hidup yang terus berjalan.

"Kita sebaiknya mengubah, bagaimana kita menyikapi menua sebagai salah satu milestone," kata dia. Bagi Nani, memandang penuaan sebagai pencapaian dapat membantu seseorang menghargai setiap fase hidup.

>>> Bank Indonesia Perkuat Kebijakan Moneter demi Stabilitas Rupiah

Perspektif ini mengubah pertambahan usia menjadi momentum bersyukur atas pengalaman, pertumbuhan diri, dan kesempatan untuk terus berkembang.