Banggar DPR Minta Bank Indonesia Ubah Strategi Kendalikan Rupiah
Badan Anggaran (Banggar) DPR meminta Bank Indonesia (BI) untuk mengubah cara pengendalian nilai tukar rupiah pada 2027.
Hal ini disampaikan dalam rapat pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
>>> Ular Berbisa Teror Skuad Timnas Jerman di Winston-Salem
Pemerintah dan DPR telah menyepakati target nilai tukar rupiah pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS tahun depan.
Namun, saat ini kurs rupiah sudah berada di atas batas atas target tersebut, yakni Rp17.745 per dolar AS berdasarkan data Tradingview.
Anggota Banggar DPR Dolfie OFP menyoroti pola BI yang selama ini lebih condong mengendalikan gejolak daripada menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurutnya, jika gejolak dikendalikan dalam batas plus minus 5% selama lima tahun, depresiasi bisa mencapai 25%.
"Kalau 10 tahun [terdepresiasi] 50%. Itulah yang kami lihat kalau dibandingkan nilai tukar rupiah 10 tahun lalu dengan sekarang.
Cocok polanya karena BI menggunakan teori mengendalikan gejolak," ujar Dolfie di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Wakil Ketua Komisi XI DPR itu meminta kebijakan moneter BI memastikan nilai tukar selaras dengan fundamental ekonomi.
Ia menilai selalu ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan akibat pola pengendalian gejolak.
>>> Gibran Tinjau Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo
Anggota Banggar DPR lainnya, Kamrussamad, menyoroti tren pelemahan rupiah dalam 20 tahun terakhir.
Ia mencontohkan nilai tukar yang merosot dari Rp8.000 ke Rp12.000 per dolar AS pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lalu berlanjut dari Rp12.800 ke Rp15.600 pada era Presiden Joko Widodo.
"Artinya depresiasi nilai tukar rupiah konsisten mengalami penurunan dalam dua dekade terakhir antara rangenya 26-31%. Berarti kita harus memperbaiki," ujar politisi Partai Gerindra ini.
Update Terbaru
Arsenal vs Coventry City Buka Liga Inggris 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:15 WIB
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






