Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan komitmen bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar berdasarkan fundamental.

Pengukuran nilai fundamental rupiah bersandar pada neraca pembayaran dan pertumbuhan ekonomi.

in1

"Jadi pada saat kami mempunyai asumsi nilai tukar fundamental tadi, tentunya itu berdasarkan berapa kira-kira pertumbuhan proyeksi PDB-nya, berapa current account-nya, berapa financial account-nya," ujarnya.

Aida mengakui persepsi pasar dan indikator makroekonomi lain ikut memengaruhi pergerakan kurs. BI terus melakukan langkah stabilitas, termasuk menetapkan koridor tertentu bagi pergerakan nilai tukar.

"Koridor ini sejalan dengan sistem nilai tukar kita, yaitu yang mengambang terkendali.

>>> MBG Tetap Lanjut, KSP: Pemerintah Evaluasi dan Benahi Tata Kelola

Ini kami perlukan dalam rangka menjaga bagaimana pergerakan tadi tetap terjaga dan terus sesuai dengan indikator-indikator makroekonomi," ujarnya.