Tes Darah Baru Mampu Deteksi Ribuan Kondisi Genetik Janin
Mengurangi Risiko Prosedur Invasif
Pemeriksaan genetik prenatal yang akurat sebelumnya selalu mengandalkan amniosentesis dan CVS. Prosedur amniosentesis memanfaatkan jarum tipis untuk mengambil sampel cairan ketuban pada usia kehamilan 15 hingga 20 minggu.
Metode lama ini memiliki tingkat akurasi tinggi, tetapi membawa risiko keguguran sekitar satu dari 200 kehamilan. Ketakutan akan risiko tersebut membuat sebagian ibu hamil enggan melakukan pemeriksaan genetik.
>>> Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Stagnan Sore Ini
"Saat ini, banyak wanita menolak metode sekuensing invasif, amniosentesis dan pengambilan sampel vili korionik (CVS), karena risiko terhadap janin, stres terkait, kesulitan akses, dan biaya, meskipun kapasitas diagnostiknya tinggi," ujar Dr Whelan.
NIFS menawarkan solusi lebih aman karena hanya membutuhkan sampel darah dari ibu hamil. Prosedur ini difokuskan bagi kehamilan yang menunjukkan indikasi kelainan pada pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Penelitian terdahulu yang dipublikasikan di SpringerLink juga mengonfirmasi efektivitas Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) berbasis DNA janin. Metode skrining tersebut terbukti menurunkan tingkat kebutuhan tindakan medis invasif.
Potensi Munculnya Kecemasan Orang Tua
Meskipun hasil penelitian ini dinilai sangat menjanjikan, sejumlah ahli mengingatkan adanya tantangan psikologis. Penggunaan skrining genetik yang terlalu luas dapat berdampak pada kondisi emosional orang tua.
Profesor Alexandre Reymond dari University of Lausanne memuji kemampuan pengurutan genom janin tanpa sampel langsung ini. Menurutnya, inovasi ini berpotensi mengubah masa depan dunia kedokteran reproduksi.
Ahli genetika klinis dari Cardiff University, Profesor Angus Clarke, juga menilai teknologi ini sebagai pencapaian teknis yang mengesankan.
Metode ini diakui sangat membantu untuk mendeteksi kondisi genetik yang memerlukan intervensi dini.
Namun, Profesor Angus Clarke memberikan catatan kritis mengenai potensi temuan variasi genetik yang belum diketahui makna klinisnya.
Hal tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecemasan yang tidak perlu bagi calon orang tua.
"Ketika Anda tidak memiliki masalah yang sedang Anda cari solusinya, sekadar memberikan solusi potensial justru dapat menimbulkan lebih banyak masalah," kata Profesor Angus Clarke.
>>> Tim Cook Beri Sinyal Kenaikan Harga Produk Apple
Para ilmuwan menegaskan bahwa studi lanjutan masih mutlak diperlukan sebelum NIFS diadopsi secara luas. Hasil awal ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem pemeriksaan prenatal yang komprehensif.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






