Banyak perempuan khawatir memilih metode persalinan karena takut mengalami gangguan dasar panggul. Namun, anggapan bahwa persalinan normal menjadi penyebab utama ternyata tidak sepenuhnya tepat.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Estetika di Jakarta, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG.

in1

>>> Fiona Khairunisa Bantah Terlibat Kasus Penggelapan Perangkat Audio

, FAUCICOG. , MM.

, MARS, menyatakan bahwa jenis persalinan tidak terlalu menentukan. Faktor yang paling berpengaruh adalah kehamilan itu sendiri.

Disfungsi dasar panggul atau pelvic floor dysfunction (PFD) terjadi ketika otot dan jaringan penyangga organ panggul melemah. Kondisi ini bisa menyebabkan sulit menahan buang air kecil.

Tekanan terhadap dasar panggul terus meningkat seiring bertambahnya usia kandungan. Tekanan mencapai titik tertinggi saat kehamilan memasuki usia 36 minggu hingga 9 bulan.

Oleh karena itu, dr. Yeni mengingatkan pentingnya mengedukasi ibu hamil agar tidak mengalami peningkatan berat badan berlebihan. Berat badan yang terkontrol dapat mengurangi risiko gangguan dasar panggul.

Faktor Pendukung Risiko Saat Persalinan

Selain kehamilan, ukuran bayi yang besar juga memengaruhi kesehatan dasar panggul. Bayi berukuran besar meningkatkan risiko kerusakan dasar panggul, baik selama kehamilan maupun saat persalinan.

>>> Revisi UU P2SK Dinilai Perkuat Industri Kripto di Indonesia

Durasi mengejan yang terlalu lama saat melahirkan juga memperbesar risiko kerusakan area tersebut. Semakin lama bayi berada di dasar panggul dan semakin sulit ibu mengejan, risikonya semakin besar.

Pentingnya Proses Pemulihan Pascapersalinan

Upaya pencegahan disfungsi dasar panggul harus dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan, saat persalinan, hingga setelah bayi lahir. dr. Yeni menekankan pentingnya proses pemulihan yang baik.

Jika semua tahapan dilakukan dengan baik, gangguan dasar panggul bisa dicegah atau ditangani.

Sebaliknya, jika faktor risiko seperti berat badan berlebih atau ukuran bayi besar diabaikan, risikonya akan meningkat.

Perempuan disarankan memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih sepenuhnya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Idealnya, lakukan pemulihan terlebih dahulu demi kesehatan dasar panggul.

>>> Rockstar Games Buka Pemesanan GTA 6 Mulai 25 Juni 2026

Potensi disfungsi dasar panggul juga meningkat seiring bertambahnya jumlah kehamilan. Semakin sering seseorang hamil, semakin besar risikonya, terutama jika pemulihan tidak dilakukan dengan baik.