Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan simpanan nasabah PT BPR Pembangunan Nagari (PN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebesar Rp18,6 miliar sebagai simpanan layak bayar (SLB).

Penetapan ini dilakukan setelah izin usaha bank tersebut dicabut pada 31 Maret 2026.

in1

>>> Prapesan GTA VI Resmi Dibuka Mulai 25 Juni 2026

Kepala Kantor Perwakilan LPS I Jimmy Ardianto di Padang, Jumat, menyatakan jumlah tersebut berasal dari 7.500 rekening milik 6.928 nasabah.

Hingga 31 Mei 2026, LPS telah menyelesaikan penetapan status simpanan terhadap 7.602 rekening milik 7.011 nasabah dengan total nominal Rp18.647.654.742.

LPS juga telah melakukan pembayaran klaim penjaminan tahap pertama dalam waktu empat hari kerja sejak pencabutan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nasabah telah mencairkan simpanan pada 1.075 rekening atau 14,69 persen dari total rekening yang ditetapkan layak bayar.

Hingga 31 Mei 2026, nilai pembayaran klaim penjaminan mencapai Rp14 miliar lebih. Proses pembayaran klaim masih berlanjut bagi nasabah yang belum mencairkan simpanan.

>>> Bali United Buru Bek Timnas Indonesia Tim Geypens

Nasabah dapat datang ke bank pembayar yang ditunjuk LPS, yaitu BRI KCP Lubuk Basung, BRI Unit Pasar Tempurung, BRI Unit Ampek Nagari, BRI Unit Tiku, BRI Unit Lubuk Basung, dan BRI Unit Tigo Nagari.

Jika ada kendala, nasabah bisa mendatangi kantor BPR Pembangunan Nagari atau menghubungi call center LPS di 154.

Di sisi lain, LPS juga menetapkan Rp3,3 miliar simpanan nasabah PT BPR Sungai Rumbai yang dicabut izinnya pada 7 April 2026 sebagai SLB.

Hingga 31 Mei 2026, LPS telah menyelesaikan penetapan status simpanan terhadap 1.944 rekening milik 1.909 nasabah dengan nominal Rp1.816.832.599, atau 55,34 persen dari total 3.513 rekening.

LPS telah membayar klaim penjaminan tahap pertama dalam lima hari kerja sejak pencabutan izin melalui BRI Unit Sungai Rumbai dan BRI Unit Pinang Makmur.

>>> 5 Rekomendasi Foot Spray Murah Rating Tinggi di Shopee

Hingga 31 Mei 2026, nasabah telah mencairkan simpanan pada 165 rekening milik 158 nasabah dengan total pembayaran Rp1,40 miliar.