Di sisi lain, kepemimpinan baru Kevin Warsh di The Fed memperkuat narasi higher-for-longer setelah dot plot terbaru, yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

Warsh juga mengumumkan pembentukan sejumlah task force untuk mengevaluasi komunikasi The Fed, neraca bank sentral, penggunaan data ekonomi, produktivitas dan tenaga kerja di era AI, serta kerangka inflasi.

in1

Citi menilai kombinasi dot plot yang lebih hawkish, berkurangnya tekanan politik dari Donald Trump terhadap The Fed, dan belum adanya implikasi kebijakan AI dalam waktu dekat menjadi faktor utama penguatan Dollar AS.

Liza menambahkan, ke depan fokus investor akan tertuju pada implementasi kesepakatan damai AS dengan Iran, negosiasi nuklir di Swiss, stabilitas arus pelayaran Selat Hormuz, serta sinyal lanjutan arah kebijakan moneter Eurozone dari para pejabat European Central Bank (ECB).

Pada perdagangan Kamis (18/6), bursa saham Eropa bergerak variatif.

Euro Stoxx 50 menguat 0,29 persen, FTSE 100 Inggris melemah 1,14 persen, DAX Jerman menguat 0,37 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,44 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat pada Kamis (18/6).

Dow Jones Industrial Average menguat 0,14 persen, S&P 500 menguat 1,08 persen, dan Nasdaq Composite menguat 2,48 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei menguat 0,20 persen ke 71.197,00, dan indeks Strait Times menguat 0,35 persen ke 5.194,45.

>>> Indeks Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Dipicu Saham Sektor AI

Sementara itu, indeks Shanghai (China) dan indeks Hang Seng (Hong Kong) libur dalam rangka memperingati Festival Perahu Naga.