Langkah ini juga mengerek suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility menjadi 6,5 persen.

Gubernur BI Perry menyatakan kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

in1

"Kenaikan BI Rate juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1 persen," ujarnya dalam konferensi pers.

Hasil survei Bloomberg menunjukkan mayoritas pasar telah mengantisipasi keputusan ini.

Sebanyak 25 dari 40 ekonom memprediksi BI Rate naik ke 5,75 persen, sementara 13 analis memperkirakan bunga tetap bertahan.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat kenaikan suku bunga yang telah mencapai 100 bps dalam dua bulan berpotensi menekan sektor properti, otomotif, dan perbankan jika berlangsung berkepanjangan.

>>> Alphabet Hadapi Recall Waymo dan Kehilangan Pimpinan Gemini AI

Meski demikian, kebijakan makroprudensial BI diproyeksikan tetap pro-growth untuk menyokong stabilitas ekonomi nasional.