KPK Telusuri Aset Tanah Satu Hektare Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri aset tanah milik Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Total luas tanah yang didalami mencapai 10.000 meter persegi atau satu hektare.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, aset tersebut tersebar di beberapa titik lokasi. Sebagian sudah disita, sementara lainnya masih terus ditelusuri penyidik.
>>> Memahami Arti SPL Parfum dan Cara Optimalkan Daya Tahan Aromanya
Pernyataan itu disampaikan Budi kepada jurnalis di Jakarta pada Jumat. Ia menambahkan, penelusuran aset merupakan bagian dari lanjutan penyidikan kasus Fadia Arafiq.
Pemeriksaan 14 Saksi
Pada 17 Juni 2026, KPK memeriksa 14 saksi untuk menelusuri aset-aset tersebut. Para saksi berasal dari berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah dan pihak swasta.
Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ruben Prabu Faza, staf Partai Golkar berinisial EMM, dan sejumlah kepala instansi seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Pekalongan.
Selain itu, terdapat juga saksi dari unsur swasta dengan inisial HCS, IW, JWH, MWI, AD, SGO, WO, SF, dan DHL.
Kronologi Penangkapan dan Kasus
Fadia Arafiq ditangkap pada 3 Maret 2026 di Semarang bersama ajudan dan orang kepercayaannya. KPK juga menangkap 11 orang lainnya di Pekalongan pada hari yang sama.
>>> GAPKI Minta Kesiapan PT Danantara Sumberdaya Investama Dipastikan Sebelum Ekspor Sawit
Penangkapan itu merupakan operasi tangkap tangan (OTT) ketujuh KPK tahun 2026, yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Sehari kemudian, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa tenaga alih daya dan pengadaan lainnya di Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
KPK menduga Fadia terlibat konflik kepentingan dengan memenangkan perusahaan keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), dalam sejumlah proyek pengadaan.
Dari kontrak tersebut, Fadia dan keluarga disebut menerima Rp19 miliar.
>>> Astra Motor Yogyakarta Edukasi Bikers Cara Aman Modifikasi Kelistrikan Honda Vario 125
Rinciannya, Rp13,7 miliar dinikmati langsung, Rp2,3 miliar diberikan kepada Direktur PT RNB Rul Bayatun, dan Rp3 miliar masih dalam bentuk tunai yang belum dibagikan.
Update Terbaru
IHSG Diprediksi Menguat, Sentimen Positif dari Wall Street dan Status Emerging Market
Jumat / 19-06-2026, 09:42 WIB
MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Peluang Aliran Dana Asing Terbuka
Jumat / 19-06-2026, 09:42 WIB
AI Pangkas Waktu Pengembangan Aplikasi Jadi Tiga Bulan
Jumat / 19-06-2026, 09:41 WIB
Donald Trump Serukan Perdamaian di Timur Tengah untuk Jaga Stabilitas Regional
Jumat / 19-06-2026, 09:41 WIB
Film Indonesia Bersinar di Festival Film Internasional Shanghai
Jumat / 19-06-2026, 09:41 WIB
Jonathan David Cetak Hat-trick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0
Jumat / 19-06-2026, 09:41 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp17.841,5 per Dolar AS pada 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:40 WIB
Google Resmi Rilis Android 17, Perangkat Pixel Terima Pembaruan Pertama
Jumat / 19-06-2026, 09:40 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF 19 Juni 2026, Dapatkan Item Eksklusif Gratis
Jumat / 19-06-2026, 09:40 WIB
Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Kaki Kiri
Jumat / 19-06-2026, 09:40 WIB
EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 19 Juni 2026, Ada Gems dan Pemain OVR Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 09:40 WIB
Cara Cek Bansos PKH Online Pakai NIK KTP, Mudah dan Cepat
Jumat / 19-06-2026, 09:39 WIB
Harga Emas Dunia Ambles ke US$ 4.176 per Ons Troi pada 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:37 WIB
Cara Cek Status Penerima BPNT 2026 Secara Online Lewat HP
Jumat / 19-06-2026, 09:37 WIB






