Tren modifikasi lampu proyektor Bi-LED pada skutik seperti Honda Vario 125 semakin diminati generasi muda. Namun, di balik cahaya terang, terdapat risiko besar jika modifikasi dilakukan asal-asalan.

Isu teknis ini menjadi sorotan dalam ajang kumpul ratusan bikers Vario Street Nation yang digelar Astra Motor Yogyakarta di Warkop Naik Kelas Demangan.

in1

>>> OJK Terbitkan Enam Kebijakan Baru untuk Perkuat Sektor PVML

Astra Motor Yogyakarta menghadirkan Lantip, pegiat modifikasi sekaligus punggawa bengkel Arfris Project, untuk membedah aturan main modifikasi kelistrikan.

Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menekankan bahwa kegiatan ini dirancang agar komunitas pulang membawa edukasi bermanfaat.

"Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyalurkan hobi serta membangun solidaritas, sehingga ke depannya peserta bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan dan positif," ungkap Julius.

Dampak Bi-LED pada Mesin dan Kelistrikan

Banyak pemilik motor mengira pemasangan Bi-LED hanya berurusan dengan aki. Menurut Lantip, dampaknya bisa merembet hingga ke performa mesin dan sistem pengapian karena elektrikalnya membutuhkan tenaga besar.

"Apakah Bi-LED berpengaruh terhadap mesin? Jelas.

Karena Bi-LED itu elektrikalnya butuh tenaga gede," buka Lantip dalam sesi sharing & discussion.

Ia menjelaskan bahwa ketika lampu meminta daya besar, beban magnet pada mesin otomatis bertambah berat untuk menghasilkan pengisian yang sepadan.

"Sedangkan suplai yang dibutuhkan untuk pengapian dan buat perlampuan itu juga makin gede. Makanya kadang (ada yang minta) 'Mas, bisa nggak ini dilimit?'

Ya bisa-bisa aja, tapi juga nggak maksimal," tambah Lantip.

Sebelum memasang Bi-LED, Lantip mewanti-wanti bikers untuk melakukan deteksi dini pada kesehatan motor. "Yang ditindak pertama itu yang jelas kita cek pertama kali kelistrikan aki.