Kenaikan kurs Dollar Amerika Serikat mendorong harga suku cadang impor untuk modifikasi sepeda motor di Indonesia. Dampaknya langsung terasa pada biaya produksi yang harus dikeluarkan modifikator lokal.

Fenomena ini terpantau dalam ajang Yamaha Classy Modifest 2026 yang digelar bersamaan dengan BBQ Ride, Field and Fleet di Taman Purbawangi, Arcamanik, Bandung, pada 13-14 Juni 2026.

>>> Perbankan Sesuaikan Rencana Bisnis Jelang Akhir Kuartal II 2026

Berbagai hasil modifikasi dari peserta dipamerkan di lokasi yang sama.

Pengaruh penguatan mata uang asing terhadap bahan baku dikonfirmasi oleh perwakilan juri kompetisi. Penyesuaian harga mulai merambat pada beberapa material utama pendukung modifikasi.

“Beberapa bahan ada yang sudah merayap naik, seperti besi dan barang impor lainnya, seperti perangkat las,” ungkap Andi Akbar, Juri Yamaha Classy Modifest 2026.

Pria yang akrab disapa Atenx dari Katros Garage ini menegaskan bahwa material impor sangat bergantung pada fluktuasi kurs Dollar terhadap Rupiah.

>>> AI Prediksi Prancis dan Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026

“Seperti knapot yang branded dari luar negeri, sudah pasti cukup signifikan kenaikannya,” tutur Andi Akbar.

Meskipun biaya melonjak, antusiasme pencinta otomotif untuk mengubah tampilan kendaraan tidak menurun. Tren modifikasi retro masih mendominasi dan memiliki basis penggemar kuat.

“Modifikasi retro, masih cukup digemari, seperti pada Yamaha Classy Modifest ini,” kata Andi Akbar.

Konsumen yang berniat modifikasi umumnya telah mengalokasikan dana khusus, sehingga tidak terkejut dengan dinamika harga.

>>> Empat Emiten Gelar Private Placement, PANI dan KPIG Bidik Dana Besar

Sebagai strategi, pemilik kendaraan kini cenderung mengalihkan konsep ubahan menjadi lebih moderat untuk menyesuaikan anggaran.