Bagi pencinta wewangian, istilah SPL sering menjadi tolok ukur utama sebelum membeli parfum.

SPL merupakan singkatan dari tiga pilar penentu performa parfum setelah disemprotkan ke tubuh, yaitu sillage, projection, dan longevity.

in1

>>> GAPKI Minta Kesiapan PT Danantara Sumberdaya Investama Dipastikan Sebelum Ekspor Sawit

Sillage berasal dari bahasa Prancis yang berarti jejak.

Dalam dunia wewangian, istilah ini merujuk pada jejak aroma yang tertinggal di udara saat pengguna bergerak atau berjalan melewati suatu ruangan.

Projection mengukur daya pancar aroma dari tubuh ke area sekitarnya saat pengguna dalam posisi diam.

Parfum dengan proyeksi kuat mampu menciptakan radius wangi sejauh satu hingga dua meter sebelum orang lain mendekat.

Longevity menunjukkan durasi atau seberapa lama aroma parfum bertahan pada kulit atau pakaian sebelum hilang sepenuhnya. Tingkat ketahanan ini sangat dipengaruhi oleh konsentrasi kandungan minyak wangi.

Sebagai contoh, Extrait de Parfum memiliki daya tahan tertinggi yang bisa mencapai lebih dari 8 jam, lebih lama dibandingkan Eau de Toilette atau Body Mist.

Tips Memilih Produk Berdasarkan Karakteristik SPL

Konsentrasi cairan wewangian perlu dipahami dengan baik jika menginginkan ketahanan tinggi. Jenis Eau de Parfum (EDP) atau Extrait de Parfum direkomendasikan karena memiliki kadar minyak wangi yang pekat.

Sebaliknya, Eau de Toilette (EDT) atau Eau de Cologne (EDC) lebih cocok untuk aroma ringan yang menyegarkan, meski harus disemprotkan ulang setelah beberapa jam.

>>> Astra Motor Yogyakarta Edukasi Bikers Cara Aman Modifikasi Kelistrikan Honda Vario 125

Selain konsentrasi, aroma dasar atau base notes juga memengaruhi performa wewangian.

Aroma pekat seperti vanilla, amber, musk, oud, atau woody secara alami menghasilkan longevity dan sillage yang lebih kuat daripada aroma buah atau jeruk.