Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut blokade laut terhadap Iran pada Rabu, 17 Juni 2026, seiring mulai berlakunya kesepakatan bilateral untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian.

in1

>>> Real Madrid Rekrut Marc Cucurella Berkat Peran Jose Mourinho

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengonfirmasi pembukaan blokade dan melaporkan aktivitas lalu lintas maritim mulai kembali berjalan di jalur perdagangan vital tersebut.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Vance menanggapi kritik dari pejabat Israel terkait kesepakatan itu.

Ia meminta Israel memberi kesempatan pada proses diplomasi yang berjalan dan menghargai peran Washington.

"And I guess my response to them would be: What is your exact proposal? You’re a country of nine million people.

You can’t just kill your way out of solving every single national security problem that you have," kata Vance.

Ia juga meminta Israel memberikan kredit kepada Amerika Serikat yang telah menjadi mitra luar biasa bagi pemerintah Israel sejak lama.

Gedung Putih menyatakan bahwa operasi militer yang merusak kapasitas nuklir dan konvensional Iran telah memberikan posisi tawar yang menguntungkan bagi AS.

"If the Iranians don’t change their behaviour, their military and their nuclear programme is still destroyed.

If they do change their behaviour, then they are going to have a transformative relationship with the Middle East," ujar Vance.

Vance menambahkan bahwa kesepakatan ini mengamankan kepentingan ekonomi domestik, terutama stabilitas harga bahan bakar di AS.

>>> Mobil Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Perlu Perbaikan Mesin Menyeluruh

"That’s a win for the American people and for the President of the United States, regardless of which option the Iranians ultimately choose," ucapnya.