Mobil Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Perlu Perbaikan Mesin Menyeluruh
Pemilik mobil Peugeot dengan generasi mesin terakhir yang telah menempuh jarak 100.000 kilometer disarankan segera melakukan pemeriksaan komponen internal.
Langkah ini penting untuk menghindari perbaikan besar yang lebih mahal.
>>> BEI Siap Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Pascapenetapan Direksi Baru
Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, mengonfirmasi bahwa beberapa pemilik telah melakukan penyegaran komponen.
"Kalau Peugeot mesin generasi terakhir, kilometer 100.000 sudah (ada) yang refresh engine overhaul," katanya.
Kondisi ini ditemukan pada sejumlah model Peugeot, khususnya tipe 3008, 5008, 308, dan 508 yang diproduksi antara 2011 hingga 2013.
Salah satu pemicu utama keausan adalah ketidaksesuaian spesifikasi pelumas.
Kesalahan pemilihan oli menyebabkan penumpukan kerak di ruang mesin, menurunkan performa pelumasan, dan memicu pemuaian boring piston akibat suhu kerja tinggi.
"Itu karena biasanya salah spek oli jadi mesin berkerak.
Boring piston muai karena panas High pressure fuel pump lemah tapi enggak diganti jadi lean fuel," ujar Hatar.
>>> Ramadhan Sananta Resmi Perkuat Persebaya Surabaya Musim Depan
Campuran bahan bakar yang terlalu miskin (lean fuel) meningkatkan suhu pembakaran secara signifikan. Jika dibiarkan, kondisi ini akan mempercepat kerusakan komponen internal mesin.
Meski demikian, pengecekan detail harus dilakukan sebelum pembongkaran karena kondisi setiap unit kendaraan berbeda. "Kalau mobil sudah masuk 100.000 km, sebaiknya dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Mulai dari mesin, rem, kopling, kaki-kaki, suspensi, AC, hingga transmisi," kata Hatar.
Pemeriksaan mendalam ini krusial mengingat setiap tipe mobil memiliki karakteristik dan riwayat pemakaian yang berbeda.
"Kalau ditanya soal permasalahan, sebenarnya tiap mobil berbeda-beda, tergantung jenis dan karakter kendaraannya," ujarnya.
Ketika kendaraan sudah memasuki usia pakai matang, kewaspadaan pemilik tidak boleh terbatas pada perawatan rutin. Evaluasi sistem bahan bakar dan temperatur juga perlu dilakukan.
>>> Suntik KB 3 Bulan Cegah Kehamilan Efektif Hingga 97 Persen, Ini Aturan Pakainya
"Cek juga sistem AC dan cek nilai parameters sensor-sensor dan lainnya dari scanner," pungkas Hatar.
Update Terbaru
BYD Klarifikasi Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok Berisi Komponen, Bukan Mobil
Jumat / 19-06-2026, 07:21 WIB
Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Dibuka Mulai 3 Februari
Jumat / 19-06-2026, 07:21 WIB
Rupiah NDF Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS Pasca Kenaikan Suku Bunga BI
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Omoway Luncurkan Motor Listrik Pintar OMO X, Indonesia Jadi Pasar Perdana
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Bisnis Daun Bambu Dorong Ekonomi Pedesaan di Anhui, China Timur
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Cari Untung, Tapi Dukung Ekonomi
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Pilihan Chipset Smartphone Terbaik Sesuai Kelas dan Kebutuhan
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Omoway Resmi Luncurkan Motor Listrik OMO X, Indonesia Jadi Pasar Perdana
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Kanada Hajar Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Dua Kartu Merah Warnai Laga
Jumat / 19-06-2026, 07:18 WIB
Promo Sabun Mandi dan Cuci Piring di Alfamart, Indomaret, Superindo Awal Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:18 WIB
Polisi Siagakan 4.263 Personel untuk Amankan Demo di Jakarta Pusat
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
Inggris Tumbangkan Kroasia 4-2 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
Potongan Tangga Menara Eiffel Terjual Rp 9,2 Miliar di Lelang Paris
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
MSCI Pertahankan Status Emerging Markets Bursa Saham Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB






