Calon Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal setelah penetapan jajaran direksi masa jabatan 2026-2030.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Ramadhan Sananta Resmi Perkuat Persebaya Surabaya Musim Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan tujuh direktur BEI yang pengangkatan resminya dijadwalkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026.

Pertemuan koordinasi itu juga dihadiri pimpinan OJK dan DPR RI.

Fokus pada Reformasi dan Tata Kelola

"Kami direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030, yang pertama tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan empat bulan terakhir ini," kata Jeffrey Hendrik.

Selain reformasi, tata kelola dan transparansi internal bursa juga menjadi fokus utama yang akan ditingkatkan secara konsisten.

Langkah pendalaman pasar akan dilakukan baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

"Sehingga ke depannya potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia akan dapat kita wujudkan segera," tegas Jeffrey Hendrik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa tujuh direksi yang dipilih merupakan figur terbaik di bidangnya masing-masing.

>>> Suntik KB 3 Bulan Cegah Kehamilan Efektif Hingga 97 Persen, Ini Aturan Pakainya

OJK menekankan pentingnya keberlanjutan integritas kepada para pengurus baru tersebut.

"Karena semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya dan juga bagaimana pasar modal Indonesia bisa menjadi rumah yang baik, baik itu untuk investor, untuk emiten, kemudian perusahaan efek dan semuanya," ujar Friderica.

OJK berharap perbaikan tata kelola ini dapat memajukan pasar modal Indonesia agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah pengawasan juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh legislatif.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi untuk membenahi tata kelola pasar modal Indonesia secara bersama-sama.

"Untuk itu, kami tadi sudah sampaikan kepada pihak OJK agar kemudian dalam pengawasan juga bisa lebih baik ke depannya.

>>> Film Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 1,1 Juta Penonton saat Lebaran

Dan beberapa kesepakatan-kesepakatan tadi telah kami dapatkan titik temu, untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depan," kata Sufmi Dasco Ahmad.