Mobil Eropa klasik sering dianggap memiliki biaya perawatan yang mahal. Anggapan ini membuat banyak orang ragu membeli mobil retro era 1990-an, termasuk Peugeot.

Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, mengatakan biaya pemeliharaan Peugeot generasi lama tidak selalu tinggi.

in1

>>> Harga Buyback Emas Antam Naik Rp14.000 Jadi Rp2.514.000 per Gram

Syaratnya, unit yang dibeli dalam kondisi sehat.

"Jadi kita anggap dulu mobilnya dalam kondisi normal.

Kalau bicara perawatan rutin, sebenarnya untuk mobil Eropa itu masih tergolong tidak mahal karena konstruksinya masih cukup sederhana," kata Hadi kepada Kompas.

com.

Menurut Hadi, banyak calon pembeli mobil bekas tergiur harga murah tanpa memeriksa kondisi kendaraan. Padahal, biaya perbaikan unit bermasalah bisa lebih besar daripada biaya perawatan rutin.

Ia menilai biaya pemeliharaan untuk Peugeot 405 dan 306 yang populer pada era 1990-an masih ramah di kantong.

"Contohnya Peugeot 405 dan 306. Itu tidak mahal," ujarnya.

Salah satu penyebab biaya perawatan tetap rasional adalah sistem kaki-kaki yang sederhana dan belum menggunakan double wishbone.

Harga komponen seperti tie rod dan ball joint sekitar Rp 250.000 hingga Rp 300.000.

"Jumlah komponennya juga tidak banyak. Artinya, kalau diperbaiki pun komponen yang harus dibeli tidak terlalu banyak," ungkapnya.

>>> Pemerintah Tetapkan Wafat Isa Almasih 2026 sebagai Hari Libur Nasional

Bagian belakang masih memakai torsion beam, sehingga tidak banyak komponen di sana.

Harga suku cadang Peugeot lawas tidak setinggi yang dibayangkan dan masih bersaing dengan mobil bekas Jepang di kelas yang sama.

"Menurut saya, harga seperti itu masih tergolong normal untuk mobil-mobil bekas. Bahkan kalau dibandingkan dengan mobil Jepang juga kurang lebih mirip," ujar Hadi.