Kebijakan RUPS Elektronik Dikhawatirkan Bebani Pelaku Usaha
Apindo akan membentuk Task Force Debottlenecking untuk mengidentifikasi hambatan regulasi, memetakan prioritas, dan menyusun rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.
>>> OJK Tetapkan Tujuh Calon Direksi BEI Periode 2026-2030
Menjelang batas implementasi 30 Juni 2026, Apindo berencana mengundang Kementerian Hukum untuk sosialisasi langsung kepada pelaku usaha mengenai ruang lingkup kewajiban, tata cara penyampaian dokumen, jaminan keamanan data, dan konsekuensi administratif.
Pelaku usaha menegaskan tidak menolak Permenkum Nomor 49 Tahun 2025. Namun, mereka menilai berbagai aspek implementasi yang belum pasti berpotensi menimbulkan persoalan baru jika diterapkan tanpa penyempurnaan.
Akademisi Soroti Risiko Kebocoran Data
Akademisi Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai persoalan utama bukan hanya aspek teknis, melainkan kesiapan negara mengelola risiko kebocoran data perusahaan.
"Jadi ada tanggung jawab negara, notaris. Bagaimana kalau terjadi kebocoran data, itu masalahnya," sebut Trubus.
Ia mempertanyakan belum adanya kejelasan mekanisme pertanggungjawaban jika data bocor, termasuk bentuk kompensasi bagi perusahaan terdampak.
"Ini berkaitan dengan manajemen risiko. Bagaimana risiko itu bisa diminimalkan atau bahkan dinolkan.
Tapi kenyataannya kita belum sampai ke situ," tutur Trubus.
Ia juga menilai penyamarataan kewajiban antara perusahaan terbuka dan tertutup tidak mempertimbangkan karakter hukum kedua jenis badan usaha.
Perusahaan terbuka memang wajib keterbukaan informasi karena sahamnya diperdagangkan publik, sedangkan perusahaan tertutup tidak.
"Saya melihatnya jadi malah rumit juga. Ujung-ujungnya perusahaan tertutup seperti dipaksa untuk melaporkan itu semua," singgung Trubus.
Ia juga menilai masa transisi sekitar enam bulan sejak regulasi diterbitkan terlalu singkat. Pemerintah perlu memperkuat sosialisasi, komunikasi, dan edukasi kepada pelaku usaha sebelum kebijakan efektif.
"Jadi ada informasi publik yang utuh, ada komunikasi publik yang utuh juga, dan akhirnya edukasi publiknya. Sehingga nanti tidak menimbulkan persoalan-persoalan baru.
>>> Mentan Amran Sulaiman Laporkan Anomali Harga Sawit ke Presiden Prabowo
Mungkin perlu dikaji ulang dulu," katanya.
Update Terbaru
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 08:46 WIB
Hasil Imbang Afrika Selatan vs Ceko Panaskan Persaingan Grup A
Jumat / 19-06-2026, 08:46 WIB
3 Film Terbaru di Bioskop Hari Ini, Ada Ready or Not 2
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Salford City Rekrut Peter Cklamovski Usai Berpisah dari Timnas Malaysia
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Drakor Perfect Crown Raih Rating Tinggi pada Penayangan Perdana di MBC
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Promo Hypermart 8-14 Mei 2026: Diskon Minyak Goreng hingga Susu
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Pengobatan JKK Tanpa Batas
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Kejaksaan Agung Tahan Glory Harimas Sihombing dalam Kasus Korupsi BGN
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Aktor Paul Avery dan Istri Tewas dalam Kebakaran Rumah di New Jersey
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
BPJS Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Dorong Optimalisasi Program JKN di Maluku Utara
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor di Parkiran GBK
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
5 Zodiak Paling Bahagia yang Selalu Ceria dan Tangguh
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market pada Tinjauan 2026
Jumat / 19-06-2026, 08:42 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF 16 Mei 2026, Klaim Skin dan Bundle Gratis
Jumat / 19-06-2026, 08:42 WIB






