Mentan Amran Sulaiman Laporkan Anomali Harga Sawit ke Presiden Prabowo
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan adanya anomali penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
Penurunan harga TBS terjadi setelah pengumuman aturan ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
>>> Kanada Unggul Dua Gol Atas Qatar di Piala Dunia 2026
Amran bergerak cepat dengan menyurati Kapolri untuk menindak pabrik kelapa sawit (PKS) yang belum menaikkan harga beli.
Langkah tegas tersebut membuahkan hasil. Jumlah PKS yang belum menyesuaikan harga berkurang drastis dari 274 pekan lalu menjadi 130 perusahaan saat ini.
"Tapi kami sampaikan yang 274 kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Ditkrimsus ditindaklanjuti," ungkap Amran.
Intervensi melalui penegakan hukum ini diklaim berhasil menekan jumlah PKS yang mematok harga rendah kepada petani.
Pemerintah menargetkan pemulihan harga TBS dalam waktu sepekan ke depan dan memastikan sistem satu pintu PT DSI akan membawa dampak positif jangka panjang.
"Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insyaallah ke depan dengan satu pintu ini harga TBS ke depan lebih baik," ujar Amran.
>>> Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap Jepara Jelang Super League 2026/2027
Kondisi pasar saat ini dinilai tidak logis karena penurunan harga di tingkat petani terjadi di tengah lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) global dan penguatan Dolar AS.
"Saya katakan kepada beliau ini anomali. Harga CPO dunia naik, Dolar menguat kurang lebih 10%, harga CPO naik tetapi harga TBS turun.
Ini tidak masuk akal," ujar Amran.
Pemerintah memberikan peringatan keras kepada seluruh PKS agar tidak memanipulasi harga demi melindungi jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor ini.
"Nah ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta.
>>> iBox Perbarui Harga iPhone 17 Pro per 2 Mei 2026, Mulai Rp 23,9 Juta
Kita harus, Bapak Presiden arahkan berpihak pada petani-petani plasma sawit," kata Amran.
Update Terbaru
POCO C81 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6000 mAh Jadi Andalan
Jumat / 19-06-2026, 07:04 WIB
Portugal Gagal Menang Lawan Kongo, Cristiano Ronaldo Minta Tim Tetap Fokus
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
BGN Alihkan Distribusi Makan Bergizi Gratis dari 76 Sekolah di Jawa
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Puluhan Ribu Pendukung Cristiano Ronaldo
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
AS Akhiri Blokade Selat Hormuz Setelah Iran Sepakati Perdamaian
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Studi Ungkap Ciri Kepribadian yang Memicu Penghasilan Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Promo Superindo 5 Mei 2026: Diskon 55% dan Beli 2 Lebih Hemat
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Saham BBCA Turun 3,19 Persen, Likuiditas Tetap Kuat
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Akun Bruno Fernandes Diserbu Fans Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah untuk Lolos Fase Grup
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat Malam
Jumat / 19-06-2026, 06:58 WIB
Marc Cucurella Resmi Bergabung dengan Real Madrid dalam Transfer Kilat
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB






