Baterai merupakan komponen krusial pada motor listrik. Kondisinya sangat memengaruhi performa kendaraan.

Memahami cara menghitung life cycle baterai membantu pengguna memperkirakan usia pakai dan waktu penggantian. Sayangnya, masih banyak pemilik motor listrik yang keliru memahami arti charging cycle.

in1

>>> Mandra Pantau Kondisi Kesehatan Komedian Bolot di Rumah Sakit

Banyak yang mengira setiap kali mengisi daya, berapa pun persennya, langsung dihitung sebagai satu siklus penuh.

Padahal, perhitungan life cycle harus berdasarkan akumulasi daya yang digunakan, bukan jumlah colokan charger.

Apa Itu Life Cycle Baterai?

Life cycle adalah jumlah siklus pengisian penuh dari 0 persen hingga 100 persen yang mampu dilalui baterai sebelum kapasitasnya menurun signifikan.

Misalnya, baterai dengan spesifikasi 1.000 cycle berarti dirancang untuk 1.000 kali siklus penuh.

Namun, satu siklus penuh bukan berarti satu kali pengisian daya. Jika hari ini baterai terpakai 30 persen lalu diisi ulang, pengisian itu baru dihitung 0,3 cycle.

Keesokan harinya terpakai 40 persen dan diisi ulang, total menjadi 0,7 cycle.

Satu siklus penuh baru tercapai ketika total akumulasi pemakaian energi mencapai 100 persen. Konsep ini sering disalahartikan oleh banyak pengguna kendaraan listrik.

Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, menjelaskan bahwa charging cycle dihitung dari 0 sampai 100 persen.

Jika baterai hanya terpakai 30 persen, maka belum genap satu cycle.

Cara Menghitung Life Cycle dengan Mudah

Proses akumulasi bisa dilihat dari aktivitas pengisian harian. Misalkan kapasitas baterai 100 persen dan Anda melakukan pengisian dalam beberapa tahap.

Tahap pertama mengisi 30 persen, tahap kedua 20 persen, tahap ketiga 10 persen, dan tahap keempat 40 persen.