Jika dijumlahkan, totalnya 100 persen, yang berarti rangkaian empat kali pengisian itu baru dihitung sebagai 1 charging cycle.

Konsep ini berlaku untuk hampir semua baterai lithium-ion pada motor listrik saat ini.

Kenapa Life Cycle Penting Diketahui?

in1

Mengetahui life cycle membantu pengguna memahami sisa usia pakai baterai sebelum mengalami degradasi. Baterai lithium-ion umumnya memiliki daya tahan antara 800 hingga 1.500 cycle, tergantung kualitas pembuatannya.

Jika rata-rata satu cycle setara dengan jarak tempuh 60 kilometer, maka baterai dengan 1.000 cycle bisa bertahan hingga sekitar 60.000 kilometer.

>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Piala Dunia 2026

Namun, angka ini bisa berubah tergantung gaya berkendara, suhu, beban, dan pola pengisian daya.

Faktor yang Mempengaruhi Life Cycle Baterai

Beberapa faktor utama bisa mempercepat atau memperlambat habisnya life cycle baterai motor listrik.

Kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen setiap hari bisa mempercepat penurunan kualitas sel. Banyak ahli menyarankan pengisian optimal di angka 80 hingga 90 persen untuk pemakaian harian.

Deep discharge atau membiarkan baterai kosong total hingga 0 persen terlalu sering dapat merusak sel lithium-ion. Idealnya, baterai segera diisi ulang ketika daya tersisa 20 persen.

Suhu lingkungan yang panas berlebih bisa mempercepat degradasi kimia baterai. Memarkir kendaraan di bawah terik matahari dalam waktu lama dapat memperpendek umur komponen ini.

Penggunaan fast charging yang terlalu sering bisa meningkatkan suhu sel baterai dan mempercepat keausan.

Semakin berat beban yang diangkut dan semakin agresif gaya berkendara, semakin besar energi yang terpakai sehingga akumulasi cycle lebih cepat habis.

Tanda Life Cycle Baterai Mulai Habis