Penyakit asam urat masih menjadi gangguan kesehatan yang kerap menyerang masyarakat Indonesia, terutama kelompok usia dewasa hingga lansia.

Kondisi ini memicu nyeri hebat secara mendadak pada persendian seperti jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, dan tangan.

in1

>>> Promo Tip Top 30 April-5 Mei 2026: Diskon Ayam hingga Kecap

Kadar asam urat tidak hanya dipengaruhi oleh makanan tinggi purin, tetapi juga sangat berkaitan dengan pola hidup sehari-hari.

Rutinitas pada pagi hari dinilai memiliki pengaruh besar dalam menjaga kestabilan kadar asam urat di dalam tubuh.

Sejumlah pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kebiasaan sederhana setelah bangun tidur efektif menekan risiko kambuhnya asam urat.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, rutinitas ini juga mendukung fungsi ginjal dalam membuang sisa metabolisme secara optimal.

Asam urat terbentuk saat tubuh memecah purin yang bersumber dari sel tubuh maupun makanan.

Penumpukan zat ini memicu terbentuknya kristal tajam di persendian yang menimbulkan peradangan serta rasa sakit yang intens.

Kondisi ini rentan memburuk akibat pola makan kurang sehat, kurang bergerak, dehidrasi, hingga berat badan berlebih.

Para ahli memandang pagi hari sebagai momentum terbaik untuk mengendalikan kadar asam urat sebelum beraktivitas.

Lima Kebiasaan Pagi yang Direkomendasikan

Minum air putih setelah bangun tidur menjadi langkah paling dasar yang sering terabaikan.

Tubuh mengalami dehidrasi ringan setelah melewati waktu tidur selama 6 sampai 8 jam tanpa asupan cairan.

Kondisi kekurangan cairan ini memicu pengentalan kadar asam urat di dalam aliran darah.

Mengonsumsi satu hingga dua gelas air putih pada pagi hari membantu tubuh menghidrasi kembali jaringan dan mengoptimalkan pembuangan zat sisa melalui urine.