Kebiasaan yang dilakukan di pagi hari ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan jantung.

Dokter spesialis jantung Sanjay Bhojraj membagikan lima kebiasaan yang selalu ia hindari sebelum pukul 09.00 pagi.

>>> FIFA Larang Vuvuzela dan Botol Air Isi Ulang di Piala Dunia 2026

Menurut Bhojraj, jam-jam pertama setelah bangun tidur merupakan periode kritis bagi sistem kardiovaskular. Pada saat itu, kadar hormon kortisol meningkat, tekanan darah naik, dan variabilitas denyut jantung menurun.

Ia menjelaskan bahwa risiko serangan jantung dan kematian jantung mendadak cenderung mencapai puncaknya dalam beberapa jam pertama setelah bangun.

Karena itu, apa yang dikonsumsi dan tingkat stres di pagi hari sangat berpengaruh.

Kopi Manis dan Pastry

Kebiasaan pertama yang dihindari adalah minum kopi manis dengan tambahan perasa. Satu gelas latte besar bisa mengandung 30-50 gram gula sebelum sarapan.

Lonjakan gula darah cepat memicu peningkatan insulin dan stres metabolik jangka panjang. Selain itu, konsumsi minuman manis membuat seseorang lebih cepat lapar.

Kebiasaan kedua adalah mengonsumsi pastry seperti croissant, muffin, atau danish. Makanan ini terdiri dari karbohidrat olahan dan lemak jenuh dengan sedikit serat dan protein.

Kombinasi tersebut menyebabkan lonjakan gula darah diikuti penurunan energi, yang tidak ideal bagi kesehatan jantung jika terjadi berulang.

Daging Olahan dan Minuman Energi

Kebiasaan ketiga adalah konsumsi daging olahan seperti bacon, sosis, dan ham. Produk ini tinggi sodium, lemak jenuh, dan sering mengandung pengawet nitrat.

Meski sesekali tidak masalah, konsumsi setiap pagi dalam jangka panjang meningkatkan risiko kesehatan.

>>> Klasemen Piala AFF U-19 2026: Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0

Kebiasaan keempat adalah minum minuman energi. Kandungan kafein dan gula yang tinggi serta stimulan tambahan dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.