PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga Pertamax series pada Juni 2026 tetap stabil meskipun harga minyak mentah global mengalami kenaikan akibat tensi geopolitik.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa sebagai produk non subsidi, harga jual Pertamax series bersifat fluktuatif mengikuti parameter pasar.

in1

>>> Manajemen Hotel Ungkap Alasan Kamar Mandi Selalu Dekat Pintu Masuk

Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Evaluasi nilai keekonomian komoditas ini umumnya berlangsung secara periodik.

Roberth menyatakan bahwa proses peninjauan harga BBM non subsidi idealnya bergulir setiap bulan. Namun implementasinya tetap memperhatikan kebijakan pemerintah.

Pemerintah mengambil langkah stabilitas harga guna melindungi konsumen dari dampak lonjakan harga minyak dunia.

>>> Pemegang Saham Toyota Setujui Susunan Direksi Baru dalam RUPS Tahunan

Kebijakan penyesuaian pada Juni dirancang dengan menyeimbangkan fluktuasi pasar internasional dan kapasitas ekonomi masyarakat domestik.

Formulasi harga Pertamax saat ini menetapkan angka 50% dari selisih harga pasar. Nilainya diklaim tetap kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Hal ini ditegaskan oleh pemerintah.

>>> Elnusa Terlibat dalam Proyek Seismik Laut Dalam Kandawulo di Selat Makassar

Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Masyarakat diimbau mengakses informasi melalui kanal resmi Pertamina Customer Solution 135.