Goldman Sachs: Arus Minyak Selat Hormuz Hanya Pulih 70 Persen
Pemulihan jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz diperkirakan tidak akan kembali ke kapasitas normal seperti sebelum konflik.
Analis Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan arus pengiriman minyak melalui chokepoint strategis itu hanya mencapai sekitar 70 persen dari volume sebelum perang.
>>> Vivo T5 Resmi di Indonesia: Baterai 7.200 mAh dan Bodi Tangguh IP68/IP69
Sebelum konflik, International Energy Agency (IEA) mencatat Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak dan produk turunannya per hari.
"Normalisasi ekspor minyak dari Teluk ke level pra-perang mungkin membutuhkan peningkatan arus di Hormuz sebesar 13 juta barel per hari dari level saat ini," tulis para analis Goldman Sachs, termasuk Yulia Zhestkova Grigsby.
Peningkatan volume tersebut diperkirakan selesai pada akhir bulan depan. Pemulihan total produksi minyak di kawasan Teluk ditargetkan tercapai pada Oktober 2026.
Saat ini, volume minyak yang melintasi Selat Hormuz baru mencapai 1,3 juta barel per hari. Penghentian arus sempat terjadi akibat blokade kedua pihak selama perang.
Negara Teluk Beralih ke Rute Alternatif
Tiga produsen utama energi dunia telah mengoptimalkan infrastruktur pipa di luar Selat Hormuz. Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak menuju pantai Laut Merah melalui pipa lintas negara.
>>> PT Motul Indonesia Energy Catat Penjualan Ribuan Botol Pelumas di BBQ Ride 2026
Uni Emirat Arab (UEA) memaksimalkan jalur pipa yang mengarah langsung ke Pelabuhan Fujairah. Irak memindahkan jalur logistik minyak mentah mereka menuju Pelabuhan Ceyhan di Turki.
UEA juga memperkuat upaya lepas dari ketergantungan Selat Hormuz melalui perluasan pelabuhan di pesisir Teluk Oman, termasuk di Dibba, Fujairah, dan Khor Fakkan.
"Kami bergerak menuju kondisi nol ketergantungan pada Hormuz, terlepas dari apakah selat itu terbuka atau tidak," ujar Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani Al Zeyoudi.
Kuwait mulai menjajaki kemitraan strategis bersama Arab Saudi dan UEA untuk memperluas jaringan pipa agar ekspor minyaknya dapat diakomodasi melalui rute alternatif.
>>> Keluarga Messi Konfirmasi Ayah Sang Bintang Alami Masalah Kesehatan
Goldman Sachs menambahkan bahwa kendala utama pemulihan arus bukan terletak pada ketersediaan kapal tanker, melainkan keengganan pemilik kapal untuk melintasi kawasan yang sempat menjadi zona pertempuran.
Update Terbaru
Harga iPhone 15 Turun Hingga Rp2,5 Juta di iBox per Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 Per Dolar AS di Tengah Kenaikan BI Rate
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2026 Dongkrak Perekonomian Daerah Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Portugal Ditahan Imbang RD Kongo pada Babak Pertama Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Estimasi Biaya Tol dan BBM Hyundai Stargazer Rute Jakarta-Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Bahlil Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Inaplas Keluhkan Gangguan Listrik di Kawasan Industri
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Panduan Lengkap Mengurus SHM Tanah Mandiri di BPN
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB untuk Masuk SMP Negeri
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Bangkai Kapal Neraka Hofuku Maru Ditemukan di Perairan Filipina
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Wall Street Pulih Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
CEO Danantara: Kredit UMKM Harus Tetap Terjaga Meski BI Rate Naik
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Morgan Oey dan Nirina Zubir Resmi Jadi Duta FFI 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:23 WIB
Memahami Perbedaan Investasi Emas dan Perak untuk Strategi Finansial
Jumat / 19-06-2026, 05:22 WIB






