Hingga kuartal III-2026, Brahmantya memproyeksikan harga emas bergerak pada rentang US$ 3.800 hingga US$ 4.100 per troy ons, sementara perak diprediksi berada pada kisaran US$ 60 hingga US$ 65 per troy ons.

"Kuartal III-2026 justru bisa menjadi fase akumulasi yang menarik.

in1

Ketika banyak investor menunggu kepastian arah suku bunga, investor jangka panjang biasanya mulai membangun posisi secara bertahap sebelum katalis besar berikutnya muncul," pungkas Brahmantya.

Pandangan Analis Lain

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, berpendapat bahwa pernyataan hawkish dari bank sentral tersebut belum bersifat final karena kebijakan masa depan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi terbaru.

"Sentimen yang penting saat ini adalah kesepakatan final perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diharapkan akan bisa difinalisasi dalam 60 hari ke depan," ujar Lukman.

Faktor penguat lain datang dari tingginya minat bank sentral global berdasarkan survei World Gold Council (WGC) 2026, di mana 45% bank sentral berencana menambah cadangan emas mereka dalam setahun ke depan.

>>> PT Surveyor Indonesia Perkuat Keandalan Sistem dan Kualitas Energi Nasional

Lukman memproyeksikan harga emas pada kuartal III-2026 mampu mencapai kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.900 per troy ons, sedangkan perak berkisar antara US$ 85 hingga US$ 90 per troy ons.