PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan BI Rate berpotensi naik hingga 6,00% pada kuartal IV/2026. Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan pergerakan inflasi nasional.

Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, memperkirakan BI Rate akan mencapai 5,75% pada kuartal II/2026.

in1

>>> Yusuf Meilana Tinggalkan Persik Kediri demi Gabung Persebaya

Selanjutnya, suku bunga acuan diprediksi stabil di level 6,00% sejak kuartal III hingga akhir tahun.

Menurut Djoko, kenaikan suku bunga yang terlalu tinggi akan membebani masyarakat dan perusahaan. Namun, pemerintah saat ini fokus mempertahankan nilai tukar rupiah agar tidak turun terlalu banyak.

Kesiapan DBS Indonesia Hadapi Kenaikan BI Rate

Consumer Banking Director DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menegaskan perseroan siap menghadapi tren kenaikan suku bunga. Aspek kehati-hatian tetap menjadi pilar utama dalam penyaluran kredit.

>>> Aksi Vozinha Lawan Spanyol Dongkrak Pengikut Instagram hingga Jutaan

DBS Indonesia secara konsisten melakukan stress test untuk memetakan potensi risiko dan mitigasi. Langkah ini penting untuk menjaga portofolio kredit tetap sehat di tengah dinamika pasar.

Manajemen juga siap menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) di level aman. Penguatan tata kelola dalam proses underwriting kredit menjadi instrumen utama yang diterapkan.

>>> Pemerintah Terapkan Program Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026

Di sisi lain, wealth management tetap menjadi motor pertumbuhan utama DBS Indonesia. Namun, fungsi intermediasi perbankan melalui penyaluran kredit tetap berjalan bagi nasabah yang prospektif.