Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksikan penerapan Government Technology (GovTech) mampu menghemat anggaran negara hingga Rp2.000 triliun.

Proyeksi ini disampaikan Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN pada Rabu (17/6/2026).

in1

>>> Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri di Lampung Dibuka 15 Juni 2026

Menurut Luhut, digitalisasi menyeluruh di jajaran pemerintah akan memangkas pengeluaran dalam jumlah besar.

"Saya kira ribuan triliun [nilai efisiensi anggaran]. Mungkin Rp1.500 triliun, mungkin Rp2.000 triliun," ujarnya.

Uji Coba Perlinsos Digital di 42 Kabupaten/Kota

Salah satu wujud nyata GovTech adalah uji coba program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang tersebar di 42 kabupaten dan kota.

Platform Perlinsos dirancang terintegrasi dengan basis Digital Public Infrastructure (DPI) yang diperbarui.

Masyarakat dapat mendaftar, mengecek kelayakan, hingga mengajukan sanggahan jika menemukan data tidak valid.

Integrasi ini menghubungkan data kependudukan dari berbagai instansi secara real-time untuk pertama kalinya.

>>> Bank Sentral Inggris dan Swiss Siap Umumkan Suku Bunga

Langkah ini mengeliminasi administrasi manual, memperbarui data usang, meningkatkan transparansi, dan mengadopsi kecerdasan buatan (AI).

"Kami sudah paham anatomi masalah dalam registrasi berbasis AI. Ini nanti adalah succes story atau legacy dari Presiden Prabowo," kata Luhut.

Pada sektor jaminan sosial, sistem baru memastikan distribusi bantuan lebih tepat sasaran.

Digitalisasi juga diklaim efektif menutup celah penyimpangan, menciptakan efisiensi finansial optimal.

Luhut mencontohkan sistem Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batubara) yang sudah diterapkan untuk batu bara dan nikel.

"Dari kebocoran, sampai seperti yang Presiden sampaikan critical mineral itu akan terkontrol. Jadi pakai sistem ini, dicoba Simbara...

>>> Alexandra Eala Kalahkan Donna Vekic di Berlin Open 2026

Tinggal kembangkan saja," ujarnya.