Bank Nasional Swiss (SNB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0 persen pada Kamis (18/6/2026).

Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

in1

>>> Rockstar Games Buka Pra-Pesan GTA 6 pada 25 Juni 2026

SNB juga menegaskan kesiapannya untuk mengintervensi pasar valuta asing jika mata uang franc Swiss mengalami penguatan yang terlalu tajam.

Langkah ini dianggap perlu untuk mencegah tekanan inflasi lebih lanjut.

Kebijakan moneter ini diterapkan di tengah gejolak geopolitik akibat konflik Timur Tengah yang berlangsung sejak Februari lalu. Ketegangan tersebut sempat mendorong permintaan terhadap franc Swiss sebagai aset aman.

Inflasi di Swiss tercatat meningkat dari 0,1 persen pada Februari menjadi 0,6 persen pada Mei, terutama didorong oleh kenaikan harga energi.

Meski demikian, SNB memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik tetap tangguh di angka 1 persen untuk tahun 2026.

Ketua Dewan Direksi SNB, Martin Schlegel, menyatakan bahwa kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valas kini semakin tinggi.

"If necessary, our readiness to intervene in the FX market is increased," ujarnya kepada CNBC.

Schlegel menjelaskan bahwa ketidakpastian makroekonomi global masih sangat tinggi. Selain situasi di Timur Tengah, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat juga membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Swiss.

>>> DJP Wajibkan Aktivasi Akun Coretax untuk Lapor SPT Tahunan 2025

"Uncertainty is still very high, so much depends on the situation in the Middle East, and also a strong and rapid appreciation of the Swiss franc could endanger price stability in Switzerland.

Therefore, we still have this increased willingness to intervene in the FX market," kata Schlegel.