Pusat detensi Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) di Taipei mengadakan kegiatan membuat bacang bagi warga negara asing (WNA) menjelang Festival Perahu Naga, Kamis (18/6/2026).

Acara ini menyediakan bahan-bahan khusus yang menghormati karakteristik keagamaan dan pantangan makanan para penghuni.

in1

>>> Alexis Ohanian Bela Kehadiran di Acara UFC di Gedung Putih, Kecam Hinaan ke Michelle Obama

Kepala Korps Administrasi Wilayah Utara NIA Hung Shih-ming mengatakan kegiatan ini bertujuan agar penghuni merasakan suasana festival.

Pihak imigrasi berharap para tahanan asing dapat memahami sikap masyarakat Taiwan yang menjunjung tinggi keberagaman budaya.

Data statistik menunjukkan jumlah penghuni di pusat detensi Taipei mencapai 360 orang, mayoritas laki-laki, dengan warga Vietnam sebagai kelompok terbesar, disusul Indonesia.

Daging Ayam Gantikan Babi

Panitia mengganti daging babi dengan daging ayam untuk mengakomodasi penghuni asal Indonesia yang beragama Islam.

Selain daging ayam, panitia juga menyediakan santan dan daun pandan khas Asia Tenggara agar para penghuni dapat berkreasi sesuai cita rasa kampung halaman.

Seorang penghuni asal Vietnam mengapresiasi kesempatan membuat hidangan tradisional tersebut di dalam ruang tahanan imigrasi.

>>> Pelatih Afrika Selatan Protes Sanksi Themba Zwane Jelang Lawan Ceko

"Saya tidak menyangka bahwa di rumah detensi di Taiwan saya masih bisa membuat bacang sendiri dan menikmati cita rasa yang mengingatkan saya pada kampung halaman.

Rasanya sangat hangat di hati," ujarnya dalam rilis pers NIA.

Pengalaman serupa dirasakan oleh tahanan lain yang baru pertama kali mempelajari metode pembuatan bacang lokal. Mereka bekerja sama menyelesaikan hidangan berbentuk segitiga tersebut meskipun menemui kesulitan teknis.

Seorang penghuni asal Filipina merasa bangga berhasil menyelesaikan tantangan tersebut.

Di samping perayaan budaya, pihak pusat penahanan Taipei memanfaatkan momen ini untuk menyosialisasikan regulasi kesehatan.

>>> 10 Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar pada 2026

Para penghuni diimbau mengingatkan keluarga mereka di luar negeri agar tidak mengirimkan produk daging babi demi mencegah penyebaran Demam Babi Afrika di Taiwan.