Wahana Keranjang Sultan Sukabumi Tabrakan di Udara Akibat Pengunjung Senggol Panel
Wahana ekstrem Keranjang Sultan Langit di kawasan wisata alam Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami insiden tabrakan antarwahana di tengah perjalanan pada Minggu (14/6) lalu.
Peristiwa ini terekam oleh video amatir warga dan memicu kepanikan para pengunjung di lokasi.
>>> IHSG Merosot ke Level 6.154 pada Penutupan Sesi I
Seluruh wisatawan yang menaiki wahana setinggi 160-180 meter di atas Lembah Purba itu dipastikan selamat tanpa luka.
Abdul Rozak (33), wisatawan asal Jakarta yang merekam kejadian, menceritakan kronologinya.
Saat itu ia naik keranjang langit dan melihat keranjang dari arah berlawanan berhenti, lalu keranjang di belakangnya maju dan menabrak keranjang di depannya.
Rozak menambahkan bahwa situasi di jalur keberangkatan sempat macet karena antrean keranjang. Ia berharap sistem pengamanan wahana sepanjang 523 meter itu dapat ditingkatkan.
Klarifikasi Pengelola
Menanggapi video viral, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam selaku pengelola kawasan, Marcelinus, memberikan klarifikasi. Pihaknya membantah narasi bahwa insiden dipicu kemacetan mesin atau malfungsi sistem mekanis.
Menurut Marcelinus, tabrakan kecil itu murni terjadi karena ketidaksengajaan pengunjung yang menyenggol panel pengatur gerak keranjang. "Maju-mundurnya itu sama tamu.
>>> Respons Pelaku Pasar Beragam Terhadap Kenaikan Suku Bunga BI
Jadi, tamu nggak tahu itu main diputar-putar. Di sebelah kanan diputar, kesenggol sama siku.
Bukan karena macet," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa senggolan antar-keranjang tidak akan berakibat fatal hingga memutuskan tali baja atau menjatuhkan penumpang. Pihaknya selalu mengedukasi wisatawan mengenai prosedur keselamatan sebelum meluncur.
Pengelola mengimbau masyarakat tidak panik.
Seluruh infrastruktur telah menerapkan sistem keamanan ganda (double safety) berstandar internasional, termasuk seat harness dan sling berdiameter 32 mm.
>>> Gege Tiwa Rilis Single Keempat Menanti, Kisahkan Penyesalan dan Kehilangan
Komponen krusial seperti karabiner pengait didatangkan melalui jalur impor dan bersertifikasi uji kekuatan daya gravitasi ekstrem. Satu karabiner mampu menahan beban 2.600 kilogram atau setara 26-32 kiloNewton.
Update Terbaru
Swiss Hajar Bosnia 4-1 di Piala Dunia 2026, Naik ke Puncak Grup B
Jumat / 19-06-2026, 04:44 WIB
Kanada Hadapi Qatar di Grup B Piala Dunia 2026 Pagi Ini
Jumat / 19-06-2026, 04:44 WIB
Rizky Billar Laporkan Enam Akun Medsos ke Polda Metro Jaya
Jumat / 19-06-2026, 04:36 WIB
Timnas Argentina Bersiap Hadapi Austria di Tengah Masalah Keluarga Messi
Jumat / 19-06-2026, 04:33 WIB
Kanada vs Qatar: Duel Krusial Grup B Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 04:32 WIB
Pemerintah Catat Perputaran Ekonomi Pariwisata Capai Rp86,05 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 04:31 WIB
Bank Indonesia Buka Lagi Window Lelang Repo untuk Jaga Likuiditas Perbankan
Jumat / 19-06-2026, 04:30 WIB
Chae Won Bin Resmi Bergabung dengan Pemain Moving 2
Jumat / 19-06-2026, 04:30 WIB
MUI Ingatkan Titik Kritis Kehalalan Nata de Coco pada Bahan Tambahan
Jumat / 19-06-2026, 04:29 WIB
Citroen Luncurkan e-C3X, Mobil Listrik Murah Rp 130 Jutaan
Jumat / 19-06-2026, 04:29 WIB
Argentina Puncaki Klasemen Grup J Piala Dunia 2026 Usai Cukur Aljazair
Jumat / 19-06-2026, 04:28 WIB
Kejagung Tetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Tersangka Korupsi MBG
Jumat / 19-06-2026, 04:28 WIB
Mengenal Asal-usul dan Karakteristik Unik Nasi Uduk Betawi
Jumat / 19-06-2026, 04:27 WIB
Ratusan Calon Dokter Terancam Drop Out Akibat Batas Masa Studi
Jumat / 19-06-2026, 04:27 WIB






