Kisah TNI Tak Sengaja Temukan Emas dan Berlian Soekarno di Sukabumi
Setahun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada pertengahan 1946, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengamankan daerah perbatasan Cigombong, Sukabumi, secara tidak sengaja menemukan harta karun berupa emas dan berlian.
Penemuan itu bermula saat para tentara menggali lahan bekas posisi pasukan Jepang.
>>> Alexander Zverev Rebut Tiket Final Roland Garros 2026
Mereka awalnya hanya berharap menemukan senjata untuk melawan Belanda, tetapi malah menemukan peti besar yang dikira berisi obat-obatan.
Peti tersebut diserahkan kepada komandan brigade TNI, Letnan Kolonel Alex Evert Kawilarang. Saat dibuka, isinya ternyata kondom, bukan senjata atau harta.
Namun, kegagalan itu tidak menyurutkan semangat. Tentara bersama rakyat terus menggali di sekitar lokasi bekas Jepang.
Sayangnya, mereka justru menemukan bom yang meledak dan melukai beberapa personel TNI.
Suatu hari, Sersan Mayor Sidik bersama beberapa anggota polisi tentara dan rakyat menemukan sebuah guci besar. Guci itu kemudian diserahkan kepada Kawilarang tanpa dikurangi sedikit pun.
Setelah dibuka, guci itu berisi kaus kaki yang di dalamnya terdapat barang keras.
Satu per satu kaus kaki dibuka, dan mereka terkejut melihat isinya berupa emas permata dan berlian yang sudah dicongkel dari tempat asalnya.
>>> Pemerintah Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Libur Nasional Tahun Baru Islam
Saat guci berada di markas, beberapa orang tampak bernafsu terhadap harta karun itu. Kawilarang yang kesal lalu mengambil dua peti granat dan berkata, "Bapak-bapak mau berjuang lagi?
Ini untuk berjuang."
Kawilarang tidak berniat memiliki harta itu.
Ia menulis surat kepada Residen Bogor Moerdjani, tetapi residen menolak dan meminta agar harta dikirim langsung ke Kementerian Dalam Negeri di pusat.
Demi keamanan, Kawilarang memerintahkan Letnan Godjali dan beberapa tentara muda untuk mengantar harta tersebut ke pemerintah pusat RI di Yogyakarta.
Emas dan berlian itu tiba dalam keadaan utuh dan diserahkan kepada Mr. Sumarman, Sekretaris Kementerian Dalam Negeri.
Menurut majalah Ekspres (29 September 1972), nilai harta karun itu hampir mencapai Rp 6 miliar, terdiri dari 7 kg emas dan 4 kg berlian yang berasal dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor.
>>> Peluang Rebound IHSG dan Rupiah Bergantung Langkah Pemerintah
Berdasarkan laporan tim, harta tersebut kemudian diserahkan kepada Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta yang saat itu dipimpin Margono Djojohadikusumo.
Update Terbaru
CEO Jagex Targetkan RuneScape Jadi MMO Nomor Satu, Geser World of Warcraft
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Desainer Quest Cyberpunk 2077: Villa Eurodyne Masih Simpan Banyak Rahasia
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Panduan Manga Musim Panas 2026: Rilis Baru dan Review Volume Pertama
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Jadwal Anime dan Berita Terkini 18-21 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
PYC Ungkap Celah Pengembangan Industri Baterai, Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Tiket Museum George Lucas Ludes Terjual, Antrean Capai 5 Jam
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB







