Senior Capital Market Analyst Pinnacle Investment Indonesia John Daniel Rachmat menilai peluang rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah sangat bergantung pada langkah pemerintah dalam merespons berbagai persoalan yang membebani sentimen investor.

Menurut John, jawaban mengenai kapan pasar mencapai titik terendah cukup sederhana.

>>> Renault Luncurkan Duster Generasi Terbaru di India, Harga Mulai Rp270 Jutaan

Arah pergerakan IHSG dan rupiah ke depan akan ditentukan oleh kesediaan pemerintah memperbaiki faktor-faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar.

"Secara konsep itu sangat sederhana: pemerintah bersedia nggak memperbaiki? Selama itu tidak bersedia, ya masih panjang.

Kalau dia bersedia, ya mungkin dekat," kata John dalam acara Kapan Market Rebound yang digelar Indonesia Investment Education secara daring, Sabtu (6/6/2026).

Faktor Pemicu Pelemahan

John menjelaskan pelemahan IHSG dan rupiah dipicu sejumlah faktor.

Mulai dari memburuknya prospek keuangan negara, potensi penurunan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat global, hingga risiko penurunan status pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global.

Selain itu, ia menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai meningkatkan ketidakpastian bagi investor.

Perubahan regulasi yang berpotensi mengurangi independensi Bank Indonesia dan wacana ekspor satu pintu menjadi beberapa isu yang dicermati pasar.

Menurut John, pemulihan kepercayaan pasar akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjawab kekhawatiran tersebut melalui kebijakan yang kredibel.

Pergantian Menteri Keuangan dan Dampaknya

Di tengah kabar kemungkinan pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, John menilai pasar dapat merespons positif apabila pemerintah menunjukkan komitmen kuat membenahi kebijakan.

Kehadiran figur berkredibilitas tinggi di mata pelaku pasar bisa menjadi sentimen positif.

Namun, pergantian figur semata tidak cukup jika tidak diikuti perbaikan program dan kebijakan yang membebani kepercayaan investor.