>>> Rizky Ridho Catat 50 Caps Bersama Timnas Indonesia Usai Libas Oman

John mencontohkan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai figur bereputasi baik.

"Kalau minggu depan seandainya seseorang yang berbobot diangkat sebagai Menteri Keuangan, dan dia masuk dengan dukungan Pak Prabowo untuk membereskan program-program itu, maka sebetulnya minggu depan pun juga market akan rebound," ujarnya.

John menegaskan pasar tidak hanya menunggu pergantian pejabat, melainkan juga langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang menekan pasar keuangan domestik.

Ia mengingatkan investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

Manajemen uang menjadi faktor utama, dan investor perlu menyiapkan cadangan kas untuk memanfaatkan peluang investasi.

Investor dengan profil konservatif umumnya tidak langsung masuk saat pasar mulai rebound karena khawatir terjadi false rebound. Mereka cenderung menunggu pasar naik lebih tinggi sebelum menempatkan dana.

Berdasarkan catatan, Bursa Efek Indonesia mencatat mayoritas indikator perdagangan saham melemah pada periode 2–5 Juni 2026.

IHSG terkoreksi 8,69% dalam sepekan dan kapitalisasi pasar bursa menyusut Rp922 triliun menjadi Rp9.807 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, penurunan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp6.207 triliun atau 38,8%.

Pada 2 Januari 2026, kapitalisasi pasar tercatat Rp16.014 triliun dengan IHSG di level 8.748,13.

Di sisi lain, rupiah juga mengalami pelemahan signifikan.

>>> Singapore Airlines Jajaki Pembelian 50 Jet Besar Airbus dan Boeing

Dari kisaran Rp17.500 per dolar AS di awal tahun, nilai tukar rupiah kini telah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.