Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, berencana mengajukan banding terkait sanksi larangan bertanding yang dijatuhkan kepada pemainnya, Themba Zwane.

Hukuman tersebut didapatkan setelah laga perdana Grup A Piala Dunia 2026 melawan Meksiko yang berujung kekalahan bagi Afrika Selatan.

>>> Kenaikan BI Rate Berpotensi Tingkatkan Risiko Kredit Bermasalah Asuransi

Zwane menerima kartu merah pada menit ke-84 dalam pertandingan pembuka yang digelar di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat (12/6/2026).

Pemain kawakan berusia 36 tahun itu dilarang tampil dalam tiga pertandingan ke depan oleh FIFA.

Zwane diusir oleh wasit lantaran kedapatan memukul wajah pemain Meksiko, Roberto Alvarado.

FIFA melipatgandakan hukuman standar satu pertandingan menjadi tiga laga karena aksi Zwane dikategorikan sebagai pelanggaran berat atau serious foul play.

Sanksi berat ini menjadi kerugian besar bagi Afrika Selatan sebab sang pemain terancam absen hingga babak 16 besar, jika timnya lolos.

Bagi Hugo Broos, keputusan yang menimpa anak asuhnya tersebut dinilai terlampau berat dan tidak adil.

Dirinya kemudian membandingkan kejadian itu dengan insiden yang melibatkan megabintang Argentina, Lionel Messi, yang terbebas dari hukuman serupa.

"Saya rasa kartu merah itu terlalu kejam. Saya melihat kembali situasi di mana Themba mendapat kartu merah.

Saya tidak berpikir itu layak dikartu merah.

>>> Mahasiswa Kedokteran Inggris Temukan Kasus Langka Pria dengan Tiga Penis

Ketika saya melihat apa yang terjadi kemarin dengan Messi, maka saya tidak setuju dengan keputusan ini," ujar Broos dikutip dari AFP.

Pada laga antara Argentina melawan Aljazair, siaran ulang memperlihatkan pul sepatu Messi mengenai betis pemain lawan, Aissa Mandi, namun luput dari sanksi wasit.