>>> Bluebird Bagikan Dividen Rp22.200 per Lot, Cair 10 Juli 2026

Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat produk domestik bruto Indonesia saat itu minus 13 persen dengan inflasi 70 persen.

Sebaliknya pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional mampu bertahan di angka 5 persen, dan IMF memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,1 persen untuk tahun 2026.

Ketahanan fiskal saat ini juga tercermin dari rasio utang pemerintah umum yang berada di kisaran 41,3 persen dari PDB.

Defisit transaksi berjalan terjaga di sekitar 1,0 persen.

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa resmi sebesar 144,9 miliar dolar AS pada akhir Mei 2026.

Jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan dari posisi akhir April yang sebesar 146,2 miliar dolar AS, namun masih setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan jika menghitung pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Konsumsi rumah tangga tetap solid, didukung oleh percepatan belanja pemerintah dan kepercayaan konsumen yang terjaga," kata Perry Warjiyo.

Akselerasi pengeluaran pemerintah didorong oleh implementasi program prioritas nasional serta percepatan pencairan anggaran belanja negara.

Faktor utama pendorong konsumsi domestik meliputi penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembagian bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Di sisi eksternal, ekspor harus terus diperkuat untuk memanfaatkan harga komoditas global yang tinggi di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat," ujar Perry Warjiyo.

Aktivitas investasi dalam negeri masih menunjukkan tren peningkatan yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia yang berada di zona ekspansif.

>>> Kemenko Pangan Dorong Integrasi Sapi-Sawit untuk Kurangi Impor

Sektor konstruksi menyumbang kontribusi terbesar melalui pengerjaan berbagai proyek infrastruktur publik di berbagai daerah.