IDX BUMN20 ditopang bobot saham Himbara dan energi Danantara yang dominan serta menjadi target akumulasi investor institusi.

Menurut Wafi, saham Danantara bisa kembali outperform jika tinjauan MSCI positif dan kurs rupiah stabil. Buyback saham dan pembagian dividen tunai juga menjadi sentimen positif jangka pendek.

>>> Ilmuwan Undip Ciptakan Terumbu Karang Buatan dari Limbah Industri

"Namun, dengan kenaikan BI-Rate menjadi 5,75%, tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM) bank dan beban bunga infrastruktur masih ada," kata Wafi, Kamis (18/6).

Arinda menambahkan, saham Danantara masih prospektif jika arus dana asing terjaga dan kondisi makroekonomi domestik stabil.

Keberlanjutan kinerja IDX BUMN20 tergantung pada arah kebijakan suku bunga BI, perkembangan ekonomi global, pergerakan rupiah, dan realisasi belanja pemerintah.

Jika sentimen global memburuk atau terjadi tekanan terhadap pasar keuangan domestik, saham Danantara berpotensi anjlok karena menjadi target utama investor asing.

"Peluang penguatan masih ada, tapi risiko volatilitas tetap perlu diantisipasi," imbuh Arinda.

Rekomendasi Saham Danantara

Arinda menyebut sektor perbankan masih menjadi pilihan paling menjanjikan, terutama BBRI, BMRI, dan BBNI. Ketiganya memiliki fundamental kuat, profitabilitas tinggi, likuiditas baik, dan konsisten membagi dividen.

Emiten sektor energi dan telekomunikasi juga menarik seiring stabilnya harga komoditas dan meningkatnya kebutuhan digitalisasi.

Daya tarik utama saham Danantara terletak pada skala bisnis besar, posisi dominan di sektor industri, dukungan pemerintah, dan potensi dividen tinggi.

Namun, investor perlu mencermati risiko seperti intervensi kebijakan, perubahan regulasi, tekanan margin akibat penugasan pemerintah, dan sensitivitas terhadap pergerakan dana asing.

Arinda menyebut ANTM, TINS, BBRI, dan TLKM layak menjadi pilihan.

Target harga ANTM Rp 5.000 per saham, TINS Rp 4.500, BBRI Rp 4.000, dan TLKM Rp 3.500.

>>> Menko Polkam Aktifkan Kembali Desk Penanggulangan Karhutla Antisipasi El Nino

Sementara itu, Wafi menyebut saham perbankan dan energi atau pertambangan Danantara menarik karena yield dividen di atas rata-rata, dukungan pemerintah, dan likuiditas tinggi.