Saham-saham Danantara menjadi salah satu penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah kondisi pasar yang masih rawan volatilitas dan ketidakpastian.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN20 yang berisi 20 saham Danantara mengalami pelemahan 15,02% year to date (ytd) ke level 323,819 hingga Kamis (18/6).

>>> Polda Kalsel Ungkap 128 Kilogram Sabu-Sabu Jaringan Fredy Pratama

Kinerja indeks ini masih lebih baik dibandingkan IHSG yang telah terkoreksi 28,62% ytd ke level 6.172,340.

IDX BUMN20 sempat menguat 9,68% dalam lima hari perdagangan dari 10 hingga 17 Juni 2026, sementara IHSG hanya meningkat 8,27%.

Namun, pada perdagangan Kamis (18/6), IDX BUMN20 melorot 2,41%, lebih dalam dari penurunan IHSG sebesar 0,78%.

Faktor Pendorong Kinerja IDX BUMN20

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty mengatakan, kinerja IDX BUMN20 yang solid didorong kombinasi faktor teknikal dan fundamental.

Sentimen positif berasal dari rencana pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah emiten pelat merah yang meningkatkan kepercayaan pasar.

Masuknya dana asing ke pasar saham setelah tekanan beberapa bulan sebelumnya juga banyak mengalir ke saham berkapitalisasi besar dan likuid, mayoritas anggota IDX BUMN20.

Stabilisasi nilai tukar rupiah, ekspektasi suku bunga acuan yang lebih terkendali usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, serta kinerja keuangan emiten bank dan infrastruktur Danantara yang solid turut menambah sentimen positif.

"Capaian IDX BUMN20 yang lebih tahan banting dari IHSG menunjukkan bahwa saham BUMN menjadi motor utama penggerak pasar belakangan ini," ungkap Arinda, Kamis (18/6/2026).

Pandangan Analis Lain

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, penguatan IDX BUMN20 akhir-akhir ini lebih karena rebound teknikal, bukan re-rating fundamental.