Bagi investor, daya tarik utama saham Danantara terletak pada skala bisnis yang besar, posisi dominan di sektor industrinya, dukungan pemerintah, hingga potensi dividen yang tinggi.

Namun, investor juga perlu mencermati risiko seperti potensi intervensi kebijakan, perubahan regulasi, tekanan margin akibat penugasan pemerintah, dan sensitivitas terhadap pergerakan dana investor asing.

Arinda menyebut ANTM, TINS, BBRI, dan TLKM layak menjadi pilihan bagi investor yang ingin investasi pada saham-saham Danantara.

Saham ANTM ditargetkan dapat menyentuh level Rp 5.000 per saham, TINS di level Rp 4.500 per saham, BBRI di level Rp 4.000 per saham, dan TLKM di level Rp 3.500 per saham.

Di lain pihak, Wafi menyebut saham-saham Danantara dari sektor perbankan dan energi atau pertambangan dapat menjadi pilihan menarik bagi investor.

>>> Zee5 Alokasikan 15% Pendapatan Langganan untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput hingga 2034

Nilai yield dividen di atas rata-rata, dukungan dari pemerintah, hingga likuiditas tinggi dapat memantik ketertarikan investor terhadap saham-saham Danantara.