"Mengenai risiko El Nino, kita lihat bahwa intensitas El Nino ini diperkirakan akan meningkat.

El Nino berisiko menurunkan produktivitas terutama hortikultura di beberapa wilayah, khususnya kawasan Indonesia Timur," ujar Ricky.

Guna meredam dampak tersebut, BI mengoptimalkan 46 kantor perwakilan di seluruh Indonesia melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Program ini difokuskan pada pemantauan ketersediaan pasokan, kelancaran jalur distribusi, serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat daerah.

Kajian terkini dari BI menunjukkan efek cuaca buruk mulai memengaruhi inflasi daerah, di mana 25 provinsi masih berada di dalam sasaran, namun 13 provinsi lainnya mencatatkan angka inflasi yang relatif tinggi.

Provinsi dengan inflasi tertinggi pada Mei 2026 meliputi Papua Barat sebesar 5,94%, Aceh sebesar 5,12%, dan Kalimantan Tengah sebesar 4,55%.

>>> Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fiturnya

"Tekanan inflasi yang berasal dari beberapa faktor tersebut mengakibatkan harga komoditas pangan hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan," kata Ricky.