"Apakah sudah mulai ada permintaan special rate? Iya.

>>> Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari

Tetapi most of all yang lebih penting yang harus dipahami oleh masyarakat adalah kita itu inginnya punya cost of credit yang efisien sehingga bisa memberi lending rate yang bagus ke masyarakat," kata Singgih.

Ia juga mengatakan, perseroan telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi perubahan kondisi likuiditas ke depan.

Likuiditas merupakan faktor utama dalam bisnis perbankan sehingga setiap perubahan kondisi pasar akan terus dipantau dan direspons sesuai kebutuhan.

Sebagai informasi, dalam sebulan terakhir, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) secara signifikan.

Dalam RDG pada 19-20 Mei 2026, BI-Rate naik sebesar 50 basis poin (bps), menjadikannya kenaikan pertama setelah dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp18.000-an per dolar AS sehingga BI-Rate kembali dinaikkan sebesar 25 bps melalui RDG Mingguan pada 9 Juni 2026 atau di luar jadwal reguler.

Terbaru pada Kamis (18/6) melalui RDG Bulanan, bank sentral memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps.

Dengan demikian, kenaikan BI-Rate secara kumulatif tercatat sebesar 100 bps dalam sebulan terakhir sehingga kini berada pada level 5,75 persen.

>>> IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang

Berdasarkan catatan BI, suku bunga kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar 8,72 persen sementara suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26 persen.