Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia mencapai Rp 4,3 triliun hingga Mei 2026.

Angka tersebut melampaui penggunaan QRIS oleh warga negara Indonesia di luar negeri yang tercatat sebesar Rp 1,47 triliun.

>>> OpenAI dan Lionel Messi Luncurkan Pusat Informasi Sepak Bola Terpadu

Deputi Gubernur BI Filianingsih menyatakan bahwa transaksi inbound dari wisatawan asing mendominasi dibandingkan transaksi outbound.

"Kalau kita lihat posisi Mei 2026 transaksi QRIS antar negara itu mencatatkan inbound. Jadi, artinya wisatawan yang ke Indonesia itu lebih besar," ujar Filianingsih.

Lonjakan nominal ini didorong oleh peningkatan aktivitas belanja para turis yang berkunjung ke Tanah Air.

Menurut BI, tren positif ini dipicu oleh perluasan interkoneksi pembayaran digital dengan sejumlah negara tetangga, khususnya di kawasan Asia.

>>> Universitas Airlangga Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027

"Pemanfaatan QRIS oleh pengguna dari negara-negara mitra kita semakin meningkat, terutama untuk koridor Malaysia, Tiongkok, dan Singapura," jelas Filianingsih.

QRIS Tap Juga Tumbuh Signifikan

Selain transaksi antarnegara, pertumbuhan signifikan juga terjadi pada penggunaan varian QRIS Tap di sektor publik domestik.

Volume transaksi QRIS Tap meningkat 3,06% secara month-to-month, mencapai 634 ribu transaksi.

Nominalnya juga naik 5,1% secara month-to-month menjadi Rp 6,3 triliun.

>>> TikTok Jadi Aplikasi Media Sosial Paling Banyak Diakses di Indonesia

Sistem QRIS Tap kini telah terintegrasi secara luas pada moda transportasi utama di area Jabodetabek, meliputi KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta.