Penggunaan papan gipsum sebagai material partisi interior bangunan diperkirakan akan terus meningkat di Indonesia.

Tren ini didorong oleh efisiensi waktu pengerjaan dan bobot material yang lebih ringan dibandingkan dinding bata.

>>> Biaya Tol dan BBM Honda BRV Rute Jakarta-Yogyakarta Capai Jutaan Rupiah

Raden Krisma Hadianto, Marketing Communication Digital & Branding Manager, menyatakan bahwa penggunaan gipsum untuk area interior dapat membantu mengurangi beban struktur bangunan.

Selain itu, proses konstruksi juga menjadi lebih cepat.

"Dinding bata itu sangat berat dan membutuhkan pondasi yang lebih kuat.

Kalau menggunakan sistem partisi gipsum, bobot bangunan menjadi lebih ringan sehingga efisiensinya terasa terutama pada bangunan bertingkat," kata Kris.

Ia membandingkan proses pemasangan sistem gipsum dengan dinding bata konvensional yang memerlukan tahapan plester dan acian yang cukup panjang.

"Sementara pada partisi gipsum, setelah pemasangan selesai, tahap finishing bisa dilakukan lebih cepat sehingga waktu pengerjaan proyek menjadi lebih singkat," ujar Kris.

Tantangan dan Peluang Pasar Gipsum

Meskipun unggul dalam aspek efisiensi, bata masih mendominasi konstruksi nasional akibat persepsi masyarakat yang menganggap gipsum lebih rapuh.

>>> BI Naikkan Batas Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank Jadi 40 Persen

Padahal, seringkali terjadi kesalahan spesifikasi penggunaan material.

"Kalau menggunakan spesifikasi yang benar, termasuk rangka dan ketebalan papan yang sesuai, performanya bisa sangat baik. Bahkan untuk kebutuhan akustik dan ketahanan api," kata Kris.

Pasar gipsum nasional saat ini didominasi sektor perumahan dan retail, dibandingkan dengan apartemen atau kawasan industri yang cenderung mengikuti siklus investasi.

Aktivitas renovasi rumah dinilai menjadi sumber permintaan yang relatif stabil.

Industri gipsum nasional masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada bahan baku impor.

Kualitas mineral domestik dinilai belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan produsen papan gipsum, sehingga membuat industri rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

Guna meningkatkan pemahaman publik, Knauf-Jayaboard meresmikan Knauf-Jayaboard Experience Centre di Jakarta Selatan.

>>> AAUI Catat Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Tumbuh 2,9% pada Kuartal I-2026

Fasilitas ini menggabungkan fungsi showroom dan pusat pelatihan bagi arsitek, kontraktor, serta pemilik rumah mengenai sistem konstruksi berbasis gipsum.