PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan nilai kontrak baru sekitar Rp2,6 triliun hingga akhir Mei 2026.

Perolehan itu berasal dari proyek pusat data, hotel, dan beberapa gedung lainnya.

>>> Kemenag Siapkan Lima Program Strategis 2026 Perkuat Ekonomi Umat

Corporate Secretary TOTL, Anggie S. Sidharta, menyatakan capaian tersebut setara dengan 65% dari target tahun berjalan.

"Capaian tersebut masih sejalan dengan target tahun berjalan, yaitu sekitar 65% dari target tahun 2026," ujarnya pada Jumat (12/6/2026).

Untuk menghadapi suku bunga tinggi dan depresiasi rupiah, manajemen TOTL menerapkan strategi penghematan biaya, pemilihan proyek secara hati-hati, dan pengendalian risiko operasional.

Langkah mitigasi diperkuat dengan struktur keuangan yang meminimalkan beban pembiayaan eksternal.

Target kinerja 2026 masih mengacu pada rencana awal dengan pemantauan berkala sesuai kondisi pasar.

Sebelumnya, TOTL mematok target kontrak baru Rp4 triliun sepanjang tahun ini, dengan proyeksi pendapatan usaha Rp3,90 triliun dan laba bersih Rp400 miliar.

>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOTL mencatat pendapatan usaha Rp837,71 miliar, turun 1,14% secara tahunan dibandingkan kuartal I 2025 yang mencapai Rp847,43 miliar.

Meski pendapatan menyusut, sejumlah pos keuntungan melonjak.

Laba proyek ventura bersama naik menjadi Rp62,88 miliar, dan laba kotor setelah ventura bersama mencapai Rp215,68 miliar.

Pendapatan lain-lain TOTL juga naik menjadi Rp30,37 miliar dari Rp22,98 miliar pada kuartal I 2025.

Alhasil, laba bersih kuartal I 2026 melesat 37,33% secara tahunan menjadi Rp104,1 miliar, dari sebelumnya Rp75,78 miliar.

>>> Tanda Orang Ber-IQ Tinggi Terlihat dari Kebiasaan Psikologis Sehari-hari

Kinerja ini menunjukkan ketahanan perseroan di tengah tantangan ekonomi makro.