Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima program strategis pada tahun 2026 yang berfokus pada penguatan pemberdayaan ekonomi umat.

Program tersebut mencakup pembentukan 1.000 Kampung Zakat, 1.000 titik Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, 300 penerima Beasiswa Zakat Indonesia, 24 Kota Wakaf, dan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif.

>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa kelima program ini dirancang untuk saling terintegrasi.

"Kami ingin membangun model pemberdayaan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat," ujar Waryono di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Perluasan Kampung Zakat dan Optimalisasi KUA

Target perluasan Kampung Zakat pada 2026 menyasar 1.000 lokasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan angka kemiskinan tinggi.

Integrasi pelayanan di kawasan tersebut mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan bimbingan keagamaan.

Kemenag juga mengoptimalkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) di 1.000 titik sebagai pusat pemberdayaan ekonomi baru, meliputi edukasi dan inkubasi bisnis bagi mustahik dan pelaku usaha mikro.

Beasiswa Pendidikan dan Manajemen Wakaf

Di sektor pendidikan, Kemenag bekerja sama dengan Baznas dan lembaga amil zakat untuk menyalurkan Beasiswa Zakat Indonesia kepada 300 penerima manfaat.

Bantuan pendidikan penuh ini diberikan kepada mustahik berprestasi yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

>>> Tanda Orang Ber-IQ Tinggi Terlihat dari Kebiasaan Psikologis Sehari-hari

Pada bidang perwakafan, program 24 Kota Wakaf disiapkan untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif di perkotaan.

Kemenag juga menginisiasi 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif untuk mengubah aset wakaf menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

"Kementerian Agama juga akan mengembangkan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif guna mendorong aset wakaf menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Waryono.

Sinergi Penuntasan Kemiskinan

Waryono menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

Kemenag terus membangun kemitraan dengan Baznas, lembaga amil zakat, nazir wakaf, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

Seluruh program diorientasikan untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem melalui penguatan produktivitas ekonomi, bukan sekadar jaminan sosial pasif.

>>> Bakrie Brothers Catat Laba Bersih Rp 503 Miliar Sepanjang 2025

"Melalui lima program strategis tersebut, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya," pungkas Waryono.