Pemerintah menargetkan materi edukasi pencegahan fenomena LGBTQ masuk ke dalam kurikulum sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i dalam artikel yang dipublikasi di laman resmi Kemenag, Rabu (22/7).

>>> Menlu RI Dorong ASEAN-Rusia Kerja Sama Ketahanan Energi hingga Pangan

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.

Materi pencegahan LGBTQ akan disisipkan pada proses pembelajaran yang sudah berjalan untuk siswa kelas IV SD hingga SMA.

"Sasaran insersi kurikulum ini adalah peserta didik mulai dari kelas IV sekolah dasar, kemudian jenjang SMP dan SMA," jelas Romo.

Ia menekankan materi tersebut tidak membahas praktik penyebaran secara rinci, melainkan fokus memberikan pemahaman agar anak tidak terlibat dalam gerakan budaya LGBTQ.

Selain itu, materi juga akan memuat penjelasan mengenai berbagai bentuk penyebaran yang dinilai terjadi di masyarakat dan tingkat internasional.

Menko PMK Pratikno mengatakan pelaksanaan kebijakan ini mengacu pada Perpres 111/2025 yang menetapkan persoalan tersebut sebagai ancaman nonmiliter.

>>> Miyamoto Ungkap Rahasia Sukses Nintendo: Fokus pada Kesenangan, Bukan Tren

Oleh karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga digalakkan, termasuk Kemenag, Kemenkominfo, Kemensos, dan kementerian teknis lainnya.

Respons DPR

DPR melalui Komisi X mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dan bijak dalam memasukkan materi pencegahan LGBTQ ke kurikulum, terutama di SD.

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani menekankan materi harus sederhana dan sesuai perkembangan anak.

"Kalau yang dimaksud adalah memberikan pendidikan tentang kesehatan, perkembangan pubertas, menghargai sesama, serta perlindungan dari perundungan, itu bisa menjadi bagian dari pendidikan yang sesuai usia," kata Lalu.

Ia juga meminta materi disusun berdasarkan fakta dan mempertimbangkan situasi perkembangan anak.

>>> Palworld Lapor Penjualan 30,5 Juta, Kalahkan Hampir Semua Gim Pokémon Utama

Meski demikian, Lalu menilai orientasi seksual tidak dapat dicegah lewat kurikulum dan pendidikan lebih baik fokus pada pembentukan karakter serta lingkungan sekolah yang aman.