Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penguatan kerja sama ASEAN-Rusia di bidang ketahanan energi hingga pangan.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam pertemuan ASEAN-Rusia Pasca Konferensi Tingkat Menteri (PMC) di Manila, Filipina, pada Rabu (22/7).

>>> Miyamoto Ungkap Rahasia Sukses Nintendo: Fokus pada Kesenangan, Bukan Tren

Menurut Sugiono, prioritas kemitraan ASEAN dan Rusia bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat.

"Ketahanan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespons krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang," kata Sugiono.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun arsitektur energi kawasan yang stabil, terbuka, dan tangguh.

"Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 menjadi landasan yang kuat dalam membangun ketahanan energi jangka panjang," ungkap Sugiono.

Selain energi, Sugiono menyebut keamanan pangan sebagai isu prioritas strategis.

>>> Palworld Lapor Penjualan 30,5 Juta, Kalahkan Hampir Semua Gim Pokémon Utama

Rusia merupakan salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia. Menurut Sugiono, peran Rusia penting untuk mengamankan pasokan pangan di ASEAN.

"Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi," ungkap dia.

Sugiono juga menyoroti penguatan sistem kesehatan di kawasan.

Peningkatan kapasitas dan pertukaran pelatihan untuk petugas kesehatan akan memperkuat kesiapan menghadapi situasi darurat kesehatan di masa depan.

Di kesempatan tersebut, ia menggarisbawahi kerja sama ASEAN dan Rusia harus terus berlandaskan prinsip multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional.

>>> Paten Nintendo Terkait Gugatan Palworld Ditolak Lagi, Kantor Paten Jepang Beri Respons Tajam

"Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas dalam kerja sama ini," ujar Sugiono.