Direktur KPEI Antonius Herman Azwar menambahkan bahwa konektivitas infrastruktur pasar modal dengan lembaga keuangan domestik dan global berperan penting dalam mendorong pendalaman pasar dan peningkatan aktivitas transaksi.

Penguatan konektivitas juga menjadi fondasi bagi ekosistem pasar modal yang lebih terintegrasi, likuid, dan kompetitif.

KPEI sebagai Central Counterparty (CCP) memastikan pengelolaan risiko sesuai standar internasional dan pengelolaan collateral terintegrasi untuk meningkatkan keamanan penyelesaian transaksi.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menekankan bahwa resiliensi pasar modal tidak terlepas dari kekuatan basis investor domestik.

KSEI berkomitmen memperkuat transparansi dan kualitas data kepemilikan saham yang lebih granular dan andal sebagai dukungan terhadap Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal.

Hingga 12 Juni 2026, jumlah investor pasar modal yang tercatat di KSEI mencapai 28,3 juta, dengan kepemilikan aset didominasi investor lokal.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp24,7 triliun, dengan total investor pasar modal melampaui 28 juta dan investor saham mencapai 9,8 juta.

>>> KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq di Semarang

Sekitar 80 persen perusahaan tercatat membukukan laba pada kuartal pertama 2026.